View Single Post
Old 26th March 2015, 08:43 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Banda Aceh, Kota Cerdas Berbasis Syariat Islam

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Pasca tsunami tahun 2006 dan konflik Gerakan Aceh Merdeka, Banda Aceh mulai bangkit dan berbenah. Mulai dari infrastruktur, sektor ekonomi, pendidikan hingga kesehatan, dirombak besar-besaran.

Gempa dan tsunami ternyata dianggap membawa berkah bagi warga Banda Aceh. Menurut Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, kini daerahnya berkembang pesat.

"Saat ini kita mulai menuju kota berbasis ICT (teknologi, informasi, dan komunikasi), yaitu dari bagaimana tata kelola pemerintahan dalam reformasi birokrasi memberikan kemudahan pelayanan masyarakat misalnya secara online," ujar Illiza kepada Kompas.com, usai peluncuran Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) 2015, Selasa (24/3/2015).

Dia menjelaskan, seluruh perizinan bisa diakses dalam jaringan (daring). Mengurus perizinan pun hanya satu kali dan bisa dilakukan di mana saja. Hal ini, kata Illiza, agar mempermudah investasi dalam mengurus perizinan.

Tidak hanya itu, Illiza merasa wajib menjadi pemimpin yang adil. Dengan begitu, dari sisi tata kelola pemerintahan, Banda Aceh menerapkan reward dan punishment bagi pegawainya. Artinya, para pegawai yang bekerja secara sungguh-sungguh, bisa mendapatkan penghargaan.

Sebaliknya, Illiza juga memberi hukuman kepada pegawainya yang tidak bekerja sesuai tugas dan kewajiban. Hukumannya diberikan secara bertahap, mulai dari peringatan, pembinaan, baru penghentian pegawai.

Illiza melanjutkan, ia juga memberlakukan e-kinerja, dengan motto "tulis yangg anda kerjakan dan kerjakan apa yang anda tulis". Segala sesuatu yang ditulis oleh pegawainya ini, akan dinilai berjenjang dengan pemimpin-pemimpin di atasnya, apakah pekerjaannya sesuai atau tidak. Untuk mengawasi pegawainya, Illiza memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh ruangan.

Dari sisi komunikasi, tambah dia, Banda Aceh memberikan fasilitas sms gateway. Dengan cara ini, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, bisa berjalan secara sinergis. Selain memanfaatkan media sosial misalnya Instagram, Facebook, dan Twitter, masyarakat bisa mengirim pesan singkat yang terkirim langsung ke wali kota, wakil wali kota dan sekretaris daerah.

Pesan ini juga terkirim ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, supaya Illiza bisa melihat bagaimana mereka merespon persoalan yang terjadi di masyarakat.

Selain itu, di dalam hal pendidikan, Banda Aceh telah memfasilitasi seluruh sekolah dengan koneksi internet nirkabel (wifi). Setiap perubahan di Banda Aceh ini, tetap mengacu pada syariat Islam.

"Sebetulnya, yang mau kita bangun adalah peradaban Islam. Aceh tidak bisa dipisahkan dari penegakan syariat. Kita ingin tunjukkan pada dunia, pada dasarnya sebuah kota yang menerapkan syariat Islam tidak akan ketinggalan zaman. Justru harus sesuai dengan zamannya," jelas Illiza.

Pemanfaatan ICT, merupakan salah satu cara Illiza untuk menuju peradaban Islam yang lebih maju. Ia menargetkan, akan mengintegrasikan aplikasi dan inovasi yang ada di Aceh, dengan pemasangan kabel fiber optik.

Beberapa tahun terakhir, Banda Aceh mendapatkan banyak penghargaan antara lain tata ruang kota terbaik, juara Indonesia Digital Society Award, dan juara ICT-pura. Illiza berharap, dalam waktu dekat, Banda Aceh bisa menyabet penghargaan Wahana Tata Nugraha.


http://properti.kompas.com/read/2015....Syariat.Islam
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links