View Single Post
Old 28th March 2015, 08:24 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Hanger Tak Terpakai Bisa Jadi Bisnis Jutaan Rupiah

Quote:
MEDAN - Gantungan baju atau hanger merupakan barang yang sering digunakan sehari-hari oleh masyarakat. Sesuai namanya, benda ini digunakan untuk menggantung baju dan pakaian lain agar tetap rapi.

Penggunaan hanger ini sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Mulanya, benda ini dibuat dari kayu jenis mahoni, damar atau jati. Kayu-kayu tersebut terkenal kuat dan tahan lama. Sehingga, masa pakai hanger bisa awet.

Namun, banyak orang sekarang lebih suka memakai hanger yang terbuat dari plastik atau kawat. Sementara itu, hanger kayu tak laku lagi di pasaran. Sehingga, produsen hanger kayu lebih memilih menyimpan stok yang belum terjual.

Kesempatan itu dijadikan peluang bisnis oleh seorang anak muda asal Kota Medan, Panca Putra Subroto. Dengan mengandalkan kreativitas dan ketekunan, dia berhasil menciptakan produk berkualitas dan mampu bersaing.

"Kami memanfaatkan hanger yang terbuat dari kayu ini untuk bahan dasar membuat sofa. Karena hanger-nya dari bahan kuat, sofa yang kami hasilkan juga awet dan tahan lama. Tak kalah dari yang dijual di toko mebel," katanya, Sabtu (28/3/2015).

Dirinya pun tak bekerja sendiri, sebelum memulai usaha ini, dia sempat berkenalan dengan dua orang rekannya, Apui dan Febri, yang punya misi sama yakni membuat usaha yang unik.

"Setelah berdiskusi, akhirnya kami sepakat memulai usaha bersama. Ide kreasi hanger muncul setelah 400 ribu batang hanger sengaja kami beli dari perusahaan pembuat hanger kayu di Binjai yang sudah tutup," jelasnya.

Dia mengaku mendengar informasi ada perusahaan pembuat hanger kayu di Jalan Binjai, Medan, terpaksa gulung tikar karena perusahaan pembeli dari Italia dan New York menghentikan pemesanan.

"Akhirnya, 400 ribu batang hanger kayu yang bakal dikirim ke luar negeri itu dibiarkan menumpuk begitu saja. Sementara kalau dijual kepada masyarakat pun sudah pasti tidak laku," tukasnya.

Mulanya, kata Panca, maksud mereka membeli 400 ribu batang hanger itu adalah untuk dijual kembali, tapi hasilnya nihil. Akhirnya Apui, mengubah hanger-hanger itu menjadi sebuah kursi.

"Awalnya hancur-hancuran. Mungkin kalau dikasih gratis ke orang juga tidak bakalan mau. Tapi, kami terus belajar dan memperbaiki lagi sampai akhirnya satu sofa terbuat," ungkapnya.

Satu sofa yang telah jadi, lanjut Panca, kemudian dipajang di depan rumah yang berlokasi di Jalan Medan-Binjai Km 13,8 Komplek Bintang Terang, Mulyorejo.

"Tidak lama, sofa yang dipajang itu pun ditawar orang. Padahal, saat itu sofanya belum kami beri cat. Dari situ, kami mulai berinovasi terus dan dalam dua bulan kami sudah membuat 49 set sofa ready stock," imbuhnya.

Dituturkan Panca, usaha ini dimulai sejak Desember 2014 lalu. Hingga kini, Panca dan dua rekannya telah menjual 6 set sofa standar yang terdiri dari 2 sofa single, 1 sofa double dan 1 meja.

"Kursi ini kuat karena kami menggunakan lem khusus kayu dan paku tembak. Kami juga menjual sofa tipe teras yang terdiri dari dua sofa single dan satu meja dengan harga Rp3.800.000," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, ada juga sofa sudut yang dilengkapi satu sofa single, satu sofa double dan satu meja yang dihargai Rp4.880.000. Kemudian, sofa minimalis yang terdiri dari dua kursi double dan satu meja dengan harga Rp5.880.000.

"Ada juga sofa eksklusif yang terdiri dari tiga sofa single, satu sofa double, satu meja dan satu meja sudut dengan harga Rp9.980.000," tambahnya.

Hasil kreasi produk handmade ini, ujar Panca, sangat terbatas jumlahnya. Pasalnya, hanger kayu dari pohon jati, meranti dan damar sudah tidak lagi diproduksi.

"Kalau stok bahan dasarnya habis, usaha kami ini akan tutup. Tapi, kalau ketemu dengan produsen hanger kayu lain, kami akan lanjut. Kalau tidak ada ya mungkin akan ada produk baru yang akan kami buat," pungkasnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links