View Single Post
Old 1st April 2015, 05:18 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 20 Nov 2014
Userid: 2900
Posts: 1,236
Likes: 0
Liked 1 Time in 1 Post
Default Sejarah Hari Ini (1 April): FIFA Tunjuk Komite Normalisasi Tengahi Konflik PSSI


Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) hilang kesabaran terhadap kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Buntutnya, FIFA terpaksa turun tangan dalam upaya penyelesaian konflik yang terjadi di tubuh PSSI dengan menunjuk Komite Normalisasi pada 1 April 2011.

Berulang kali, FIFA mengultimatum PSSI untuk mengakhiri masalah dualisme kepengurusan. Apa yang terjadi justru sebaliknya. Kongres komite pemilihan dan komite banding yang seharusnya berlangsung di Pekanbaru pada 26 Maret 2011 gagal digelar. Ditambah dengan ketidakmampuan PSSI mengendalikan Liga Primer Indonesia (LPI). Rangkaian kejadian ini membuat FIFA tak lagi mengakui kepemimpinan Nurdin Halid selaku ketua umum PSSI.

Keputusan ini ditempuh setelah Komite Darurat FIFA mengadakan rapat di Zurich, Swiss, pada 1 April empat tahun lalu. Sesuai dengan status FIFA artikel 7 pasal 2, Komite Normalisasi diberi mandat untuk mengambil alih peran Komite Ekesekutif (EXCO) PSSI.

Empat hari usai pengambilan keputusan dalam rapat Komite Darurat, FIFA pun membuat pernyataan resmi. "Komite Darurat FIFA mengambil kesimpulan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Nurdin telah kehilangan kredibilitas, dan tidak berada dalam posisinya lagi untuk memecahkan krisis yang terjadi. Semua tugas Exco diambil alih Komite Normalisasi," demikian bunyi pernyataan di laman resmi FIFA.

Sebagai info, Komite Normalisasi terdiri dari pihak-pihak di persepakbolaan Indonesia yang tidak terlibat di PSSI. Komite Normalisasi ini juga bertindak sebagai Komite Pemilihan. Komite Darurat FIFA juga memastikan keempat calon ketua umum PSSI yang ditolak Komite Banding pada 28 Februari lalu, tidak bisa dicalonkan lagi.

Komite Normalisasi memiliki tiga tugas, yaitu menggelar kongres berdasarkan electoral code FIFA dan Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011, mengambil alih LPI di bawah kendali PSSI atau menghentikannya dalam tempo secepat mungkin dan mengendalikan kegiatan PSSI dengan spirit rekonsiliasi untuk perbaikan sepakbola Indonesia.

Agum Gumelar akhirnya terpilih sebagai Ketua Komite Normalisasi PSSI. Dalam melaksanakan tugasnya, Agum dibantu tujuh anggota yakni Sukawi Sutarip (Ketua Pengurus PSSI Provinsi Jawa Tengah), Siti Nurzanah (Sekretaris Yayasan PS Arema), Hadi Rudiatmo (Ketua Umum Pengurus PSSI Cabang Solo), Joko Driyono (CEO PT Liga Indonesia), Samsul Ashar (Ketua Umum Persik Kediri), Satim Sofyan (Pengurus PSSI Provinsi Banten), dan Dityo Pramoni (Medan Bintang).
sumber http://www.goal.com/id-ID/news/1387/...lisasi?ICID=SP
agung209 is offline   Reply With Quote
Sponsored Links