View Single Post
Old 1st April 2015, 09:30 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Pembangunan Jalan Lingkar di Bengkalis Memutus Wilayah Jelajah Gajah

Pekanbaru - Nasib gajah liar di Riau terus terancam. Terlebih lagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis kini membuka jalan lingkar di sekitar kawasan hutan Suaka Margasatwa Balai Raja.

"Suaka Margasatwa Balai Raja merupakan salah satu kantong gajah liar di Riau. Pemkab Bengkalis saat ini membuka jalan lingkar untuk mengurai kemacetan lalu lintas. Tapi, pembukaan jalan itu telah memutus wilayah jelajah gajah," kata Humas WWF Indonesia wilayah Riau, Syamsidar di Pekanbaru, Rabu (1/4/2015).

Syamsidar menjelaskan, pihaknya tidak bermaksud menghalangi niat Pemda Bengkalis dalam membangun jalan lingkar di kota Duri tersebut. Hanya saja, Pemkab Bengkalis juga harus mempertimbangkan nasib gajah liar yang ada di kawasan Balai Raja.

"Jalan lingkar itu kini sudah dibuka di sekitar Balai Raja. Ini pasti memotong jelajah gajah. Dengan demikian maka konflik gajah dengan masyarakat akan semakin tinggi di kawasan itu. Gajah akan terancam punah di kawasan tersebut," kata Syamsidar sembari meminta Pemkab Bengkalis untuk mempertimbangkan kembali soal pembukaan jalan tersebut.

Ungkapan yang sama disampaikan, Ketua Himpinan Penggiat Alam (Hipams), Zulhusni. Menurutnya, jalan lingkar itu sepanjang 33 kilometer (km). Sepanjang 29 km kawasan hutan telah terbuka.

"Sejak awal kita sudah protes atas pembukaan jalan lingkar ini karena memotong wilayah jelajah gajah. Dua kali kita layangkan surat protes ke Pemkab Bengkalis, namun tak pernah digubris," kata Zulhusni.

Sementara Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyaralat (Humas) Pemkab Bengkalis, Johansyah menyatakan, proyek pembangunan jalan lingkar tersebut untuk mengurai kemacetan jalan lintas timur di kota Duri, yang menghubungkan Pekanbaru ke Dumai dan Sumatera Utara.

Terkait soal protes aktivis lingkungan, menurut Johansyah, pihaknya menghormati hal itu. Hanya saja, kata dia, dalam membangun jalan lingkar tersebut tentu sudah melalui kajian yang cukup mendalam.

"Kalau kawan-kawan aktivis protes, ya kita hormati sikap mereka. Tapi yang jelas, pembangunan tentunya sudah mengkaji lebih jauh soal dampak positif dan negatifnya. Saya kira tidak ada masalah, dan proyek jalan tersebut tetap berjalan," kata Johansyah.


http://news.detik.com/read/2015/04/0...-jelajah-gajah
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links