View Single Post
Old 13th April 2015, 09:36 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Kerajinan Kain Perca Mampu Raup Omzet Hingga Rp40 Juta

Quote:
JAKARTA - Jika anda seorang ibu rumah tangga (IRT) dan ingin mencoba mencari penghasilan dari berbisnis, agaknya seni kerajinan kain perca atau quilting bisa dijadikan pilihan. Hal itu telah dibuktikan oleh Jane Kunardi pemilik produk quilting bermerek Perca.

Sudah hampir 14 tahun dirinya membesut bisnis tersebut. Jane yang memang memiliki latar belakang pendidikan seni rupa itu, memulai bisnis ini sejak dirinya memiliki anak dan sibuk menjadi IRT. Padahal sebelumnya dia bekerja sebagai desain untuk produk furniture.

"Awalnya ketika suami dan saya pindah ke Duri, Riau. Saya pertamanya cuma buat produk perca untuk keperluan anak seperti seprei dan bantal. Eh enggak tahunya temen-temen juga suka. Ya sudah saya coba mulai bisnis ini," kisahnya kepada Okezone.

Jane mencoba untuk memproduksi seorang diri. Cukup lama dia mengerjakan sendiri, baru setelah tahun kedua, Jane mulai merekrut dua orang asisten. Hingga sampai saat ini ada lebih dari 20 orang pengrajin yang telah dipekerjakan.

Kini dari bisnis rumahannya tersebut, dirinya mampu meraup omzet hingga Rp40 juta per bulan, dengan profit bersih sekitar 50 persenya.

"Omzet sebulan rata-rata awalnya Rp20-Rp30 jutaan. Sekarang penjualannya bisa Rp30-Rp40 juta perbulan. Profitnya lebih bisa separuhnya," imbuhnya.

Sayangnya, karena kepentingan dari pekerjaan sang suami dirinya harus berpindah ke Jakarta. Namun hal itu tidak membuat dirinya untuk menghentikan bisnis yang dianggapnya sebagai wadah untuk menyalurkan jiwa seninya itu.

Dengan memikirkan nasib dari karyawannya, Jane tetap menempatkan produksinya di Duri, dengan desain awal dari Jakarta. Hal itu dilakoninya dengan menggunakan jasa pengiriman. Tentu saja itu membuat biaya produksinya bertambah tiga kali lipat.

"Tentu jadi produksinya naik tiga kali lipat. Saya harus sesuaikan harga jualnya. Tapi sya juga harus memangkas profit saya untuk menekan kenaikan harga. Bisa 50 persen saya pangkas produksinya," tukasnya.

Kendati demikian, Jane mengaku tetap akan menjalankan bisnisnya tersebut. Meskipun keuntungan yang diraihnya berkurang.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links