View Single Post
Old 3rd August 2012, 10:54 AM   #20
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

PROYEK TOL TRANS JAWA: Biar Kemenkeu menolak, Kemen-PU tetap kucurkan dana

http://www.bisnis.com/articles/proye...-kucurkan-dana

Quote:
JAKARTA: Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan pemberian dukungan dana untuk pembangunan tol Trans Jawa akan tetap dilakukan, meskipun Kementerian Keuangan menyatakan tidak akan memberikan dana viability gap funding untuk proyek tersebut.

Dia mengatakan pembiayaan melalui APBN bentuknya bukan hanya VGF, tapi juga bisa dukungan berupa pelaksanaan pembebasan tanah, atau pembangunan sebagian konstruksi tol yang selama ini sudah diterapkan untuk beberapa ruas.

Misalnya saja Semarang-Solo, akses Tanjung Priok, dan beberapa ruas lainnya. "Pembiayaan bukan hanya bisa melalui VGF, tapi bisa dari alokasi DIPA langsung, atau BLU tanah. Kan sama saja berasal dari dana APBN yang menjadi dukungan pemerintah," ujarnya. (30/07)


Dia mengatakan Kementerian PU sendiri, akan mengupayakan untuk memberikan dukungan penuh pada proyek tol, terutama yang berdasarkan studi kelayakan merupakan ruas yang dibutuhkan masyarakat dan berpotensi baik secara bisnis dari sisi peningkatan volume kendaraannya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengakui sudah mengetahui pembatalan pemberian dana VGF untuk proyek tol di Trans Jawa tersebut. Namun dia berharap, kebijakan itu hanya diterapkan untuk ruas yang lama, sehingga usulan pemberian VGF untuk ruas tol yang baru bisa tetap disetujui oleh pemerintah.

"Tapi sampai sekarang kita belum ajukan usulan VGF lagi. Karena sementara ini, masih menunggu jawaban dari yang sudah diusulkan sebelumnya," ujar Gani.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pembatalan pemberian dana VGF untuk proyek di Jawa karena umumnya ruas itu dinilai sudah layak secara finansial.

Sedangkan, katanya, tujuan utama pemberianVGF yaitu meningkatkan kelayakan proyek sehingga diminati oleh investor swasta untuk penggarapannya. Selain itu, umumnya pemberian jaminan diberikan pada proyek baru yang belum melalui proses studi kelayakan.

"Yang kami prioritaskan adalah proyek yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat dan sosial, serta kebutuhannya mendesak. Misalnya saja sistem penyediaan air," ujarnya.

Bambang menyatakan hingga kini pemerintah belum memutuskan besaran pemberian VGF yang ideal diberikan untuk proyek-proyek infrastruktur tersebut. Bisa jadi, lanjutnya, besarannya ditentukan juga oleh maisng-masing kebutuhan proyek itu sendiri.

Adapun proyek tol yang telah diajukan untuk mendapatkan VGF oleh BPJT dan Kementerian Pekerjaan Umum yakni jalan tol Medan-Kualanamu Rp3,8 triliun, jalan tol Solo-Ngawi Kertosono senilai Rp10,98 triliun, dan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan senilai Rp5 triliun
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote