View Single Post
Old 18th April 2015, 12:08 PM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Berawal dari Gerobak, Usaha Singkong Firmansyah Omzetnya Rp2 M

Quote:
JAKARTA - Berawal dari gerobak sang ibu, pria ini kini mampu menghasilkan omzet sekira Rp1,5 hingga Rp2 miliar per bulan dengan berbagai lini bisnisnya. Adalah Firmansyah Budi Prasetyo pemilik atau founder dari Tela Corporation asal kota Gudeg, Yogyakarta.
Saat ini Firmansyah dengan Tela Corporation menaungi Tela Krezz, Cokro Tela Cake, Cokelat Sejati Joyo, budidaya.id, Zuper Milk dan Kedai keSusu. Dalam menjalankan bisnisnya, Firmansyah menggandeng beberapa mitra yang sejalan dengan visi misinya.

Firmansyah bercerita, bisnisnya dimulai sejak 2007. Ketika itu, bisnis yang digarapnya dimulai dari bawah dengan menjual bahan baku singkong yang dikembangkan menjadi olahan makanan dengan merek Tela Krezz. Tela Krezz merupakan makanan ringan seperti halnya kentang goreng dengan berbagai rasa.

"Awal berdiri cuma satu gerobak dan itu punya almarhum ibu. Jadi beliau memanfaatkan gerobak itu, dibuatlah Tela Krezz," cerita Firman sapaan akrabnya yang disampaikan oleh Ibnu Agus Pradika yang sebagai Supervisor budidaya.id kepada Okezone belum lama ini.

Firman kata Dika terus menggeluti bisnis yang menggunakan bahan dasar singkong ini. Sebelum akhirnya dikembangkan menjadi beberapa olahan seperti cake dengan merek dagang Cokro Tela Cake.

"Awalnya Tela Krezz. Setelah berdiri tahun 2007 agak turun penjualannya karena penjualan Cokro Tela Cake menarik," sebutnya.

Firmansyah yang juga anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini mengakui, alasan dirinya menggunakan singkong sebagai 'senjata andalan' dalam mengembangkan bisnisnya karena ingin membuat singkong asli Indonesia berkembang di dalam negeri, tanpa harus mengimpor.

"Dia berpikir, Indonesia merupakan penghasil singkong dunia, kenapa kita masih impor dari Thailand 2 juta ton? Kenapa masih pakai impor? Kenapa enggak bisa bahan baku sendiri, biar enggak impor. Basic-nya memberdayakan bahan baku lokal dan singkong ini masih makanan desa. Seperti susu, kita juga masih impor," ucap Firmansyah.

Dirinya menjelaskan, dalam membuat beberapa makanan dari bahan singkong, bahan baku yang diperolehnya berasal dari hasil tanaman yang sudah bermitra dengan budidaya.id, sehingga tidak akan kekurangan singkong.

"Karena yang pasti untuk bahan baku kami menanam sendiri, budidaya sendiri, singkong cukup banyak, ngapain kita impor," tegasnya.

Hingga saat ini, Firman memiliki lima outlet dengan merek dagang Cokro Tela Cake yang menjadi andalan penjualannya. Bahkan, pendapatan dari penjualan cake saja mencapai Rp150 hingga Rp200 juta, sehingga jika ditotal pendapatan yang diraih mencapai Rp1,5 hingga Rp2 miliar yang termasuk bisnis lainnya.

"Untuk karyawannya saat ini sekira 15 orang yang di office. Kalau di total jumlah karyawannya sudah 70-80 orang," jelasnya.

Firman yang baru memiliki satu orang anak ini pun dalam menggeluti bisnisnya pernah mengalami pasang surut. Seperti halnya penjualan cake yang sangat laris manis pada tahun 2010-2011, yang di mana berhasil menjual mendapatkan pendapatan sebesar Rp200-Rp350 juta. Namun, pernah juga pendapatannya hanya jutaan saja.

"Itu masa keemasannya. Waktu itu harga cake-nya dibanderol Rp50 ribu, sekarang kan banyak saingan, jadi dijual Rp40-Rp42 ribu," imbuhnya.

Sementara itu, dalam memperluas pasar hingga seluruh Indonesia, Tela Corporation membuka kerjasama bagi siapa pun juga yang ingin menjadi agen penjualan produk-produk ini. Saat ini pun, sudah ada sekira tujuh agen di berbagai wilayah.

"Syaratnya, isi registrasi, kita buat janji dulu, kan ada training, bagaimana teknik menjualnya, cara penyimpanannya, ada teknik sendiri. Tapi lima outlet ini hanya di Jogja saja," paparnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links