View Single Post
Old 3rd August 2012, 11:19 AM   #10
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

August 2, 2012, 5:00 PM SGT

Manufaktur Asia Masih Loyo


http://realtime.wsj.com/indonesia/20...ia-masih-loyo/



Quote:
Perlambatan manufaktur Asia masih berlanjut di bulan Juli, ditandai oleh sektor manufaktur Cina yang melemah. Permintaan yang lesu dari Eropa dan AS terus mengikis pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia, yang umumnya digerakkan ekspor.

Pertumbuhan manufaktur India melambat drastis bulan lalu, menurut data HSBC yang dirilis Rabu kemarin. Sementara itu, Taiwan dan Vietnam juga mengalami kontraksi manufaktur, sedangkan Korea Selatan bahkan mencatat penurunan ekspor bulanan terbesar dalam hampir tiga tahun. Manufaktur Indonesia membukukan peningkatan, tapi permintaan luar negeri yang lesu menyebabkan defisit perdagangan semakin menganga dan mencatat angka terparah dalam sejarah.

Data ini memperkuat dugaan bahwa para pembuat kebijakan di Asia akan semakin melonggarkan situasi moneter demi merangsang pertumbuhan ekonomi.

“Jurangnya ternyata lebih dalam dari yang diperkirakan, tapi kami masih meramalkan peningkatan di tahun ini,” kata Wai Ho Leong, ekonom senior Barclays untuk Asia. “Setidaknya data-data lembek ini akan mendorong peningkatan stimulus.”

Di Cina, Purchasing Managers Index (PMI) resmi dari pemerintah turun ke 50,1 pada Juli dari 50,2 di bulan Juni. Hasil ini mengandaskan harapan para ekonom yang sebelumnya disurvei Dow Jones, dengan angka perkiraan 50,4.

PMI adalah tolok ukur kesehatan sektor manufaktur. Angka di atas 50 menandakan aktivitas manufaktur meningkat di bulan tersebut, sedangkan angka di bawah 50 menyiratkan kontraksi.

Indeks terpisah yang disusun oleh HSBC juga menunjukkan aktivitas manufaktur Cina melemah, tapi tidak separah bulan sebelumnya. PMI HSBC untuk Cina naik ke 49,3 pada Juli, dibanding 48,2 untuk Juni.

Data-data itu mendukung anggapan para ekonom yang memperkirakan Cina akan melonggarkan kebijakan moneter di kuartal ketiga, baik melalui pemangkasan suku bunga acuan ataupun dengan meringankan persyaratan cadangan modal perbankan. Leong dari Barclays meramalkan peluncuran Apple iPhone 5 tahun ini akan dapat mendongkrak kinerja manufaktur Cina.

Di Indonesia, permintaan dalam negeri yang meningkat telah membantu menaikkan PMI HSBC dari 50,2 pada Juni menjadi 51,4 pada Juli. Tapi penurunan ekspor juga berpengaruh. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan defisit perdagangan membengkak ke $1,33 miliar pada Juni lalu, dari $490 juta pada bulan sebelumnya. Ekspor juga turun 8,7% dari bulan sebelumnya.

Aktivitas manufaktur India merosot pada bulan Juli akibat kejatuhan permintaan ekspor, kata HSBC. Insiden mati listrik besar-besaran belum lama ini juga merusak angka produksi, tambah HSBC. PMI India jatuh ke 52,9 pada Juli dari 55,0 di bulan Juni.

Pertumbuhan ekspor dari Korea Selatan mencatat angka terendah sejak Oktober 2009, sementara laju inflasi justru paling lambat dalam lebih dari 12 tahun terakhir. Ekspor Korea Selatan pada Juli jatuh 8,8% dibanding setahun sebelumnya. Manufaktur juga memburuk untuk bulan kedua berturut-turut, dengan PMI HSBC hanya mencatat 47,2 pada Juli setelah sebelumnya mencapai 49,4.

Manufaktur Taiwan dipengaruhi oleh angka pesanan yang menurun, dan PMI HSBC merosot dari 49,2 pada Juni menjadi 47,5 di bulan Juli.

Di Vietnam, situasi global yang lemah justru diperparah oleh permintaan dalam negeri yang lesu, sehingga PMI HSBC untuk Juli turun ke 43,6 dari bulan sebelumnya yang mencapai 46,6.
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote