View Single Post
Old 22nd April 2015, 09:34 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Lika-liku Pertalite, BBM Baru Pesaing Premium

Quote:
JAKARTA - Pemerintah bekerja keras untuk menghapus RON 88 (Premium) dari Indonesia. Penghapusan ini, sesuai dengan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas kepada pemerintah awal tahun lalu.

Sebagai gantinya, Bahan Bakar Minyak (BBM) primadona ini akan diganti dengan BBM varian baru. Wacana ini merupakan cikal bakal munculnya isu penggantian Premium menjadi Pertalite.

Pertalite merupakan salah satu usulan nama yang akan digunakan untuk menggantikan Premium. Varian baru BBM yang akan dikeluarkan oleh Pertamina disebut akan dijual dengan harga miring. Hal ini untuk menjaring masyarakat dalam mengonsumsi BBM Pertalite tersebut.

"Karena kita mau banyak yang pakai jadi harga promo dulu. Harga bawah," kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang.

BBM Pertalite memang merupakan BBM jenis baru dengan kadar RON 90, di atas Premium (RON 88) namun masih di bawah Pertamax (RON 92). Sehingga, kisaran harganya diperkirakan antara Rp7.400-Rp8.500 per liter. Rencananya Premium akan dihadirkan di SPBU pinggiran kota. Sementara untuk di tengah kota besar akan disajikan Pertalite.

Namun setelah heboh Pertalite, isu yang berhembus di masyarakat justru Premium akan dihapuskan.


Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro pun menegaskan hadirnya BBM yang diberi nama Pertalite ini tidak serta merta menghapus BBM Ron 88 alias Premium. "Varian baru ini tidak serta merta menghapuskan Premium," kata Wianda.

Tidak sampai di situ, langkah Pertamina menggantian Premium ke Pertalite juga mendapat batu sandungan dari Pemerintah. Tidak tanggung-tanggung, dua Menteri memberi sinyal kepada wacana Pertamina tersebut.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno membenarkan terkait isu adanya bahan bakar minyak (BBM) jenis baru yakni Pertalite. Namun dirinya menegaskan, hadirnya Pertalite bukan sebagi pengganti Premium, melainkan penambahan jenis BBM yang ada untuk masyarakat.

"Pertalite bisa saja kita produksi. Tapi sebagai pilihan, bukan pengganti Premium," ujar Rini.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menilai Pertalite hanya sekedar wacana belaka. Pasalnya hingga saat ini belum ada pembahasan yang konkret terkait rencana tersebut.

"Pertalite itu baru sekedar wacana Pertamina. Dia cuma lempar balon dulu, belum ada bahasan apa-apa," tutur Sofyan.

Merasa gerah dengan dua komentar tersebut, Bos Pertamina merasa gusar dan akhirnya memilih untuk menunggu arahan pemerintah terkait wacana peluncuran Pertalite.

"Pada intinya sejauh ini kami dari Pertamina tidak punya rencana untuk hapus Premium sebelum ada ketentuan baru dari pemerintah," ucap Dwi.

Dengan polemik yang terjadi, akankah Pertalite akan hadir dan meramaikan pasar minyak di Indonesia? Jika pemerintah tidak memberikan lampu hijau, lantas langkah apa yang akan ditempuh Pertamina untuk mengakali impor Premium yang masih memberatkan fiskal? Kita tunggu saja selanjutnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links