View Single Post
Old 3rd August 2012, 11:20 AM   #11
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

August 2, 2012, 1:10 PM SGT

Tanda Bahaya Defisit Perdagangan


http://realtime.wsj.com/indonesia/20...t-perdagangan/



Quote:
Defisit perdagangan Indonesia menyentuh titik terendah dalam sejarah pada bulan Juni ini. Nilai ekspor turun tajam, menandakan bahwa permintaan yang semakin lemah dari Cina dan negara-negara Barat mulai berdampak.

Defisit yang sudah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut ini merupakan tanda bahaya bagi Indonesia. Investor asing memang masih menunjukkan minat, tapi juga tersentak oleh kemerosotan rupiah akhir-akhir ini.

Hal ini juga membuktikan perlambatan ekonomi di Cina dan India. Permintaan yang besar dari kedua negara itu turut membantu beberapa negara, termasuk Indonesia, lolos dari jebakan krisis finansial global 2008. Sampai saat ini, Indonesia menganggap permintaan barang konsumen dan produk lain dari Cina akan membantu mengimbangi lemahnya permintaan dari Barat.

“Kita belum pernah melihat defisit sebesar ini, bahkan di saat krisis,” kata Satwiko Darmesto, Direktur Statistik Distribusi di Badan Pusat Statistik (BPS) kepada wartawan. BPS menunjukkan defisit bulan Juni mencapai $1,3 miliar atau hampir tiga kali lebih tinggi dari perkiraan.

Satwiko memperingatkan bahwa defisit perdagangan kemungkinan akan berlanjut sepanjang tahun 2012. Padahal pemerintah pernah menyatakan keyakinan bahwa perdagangan akan kembali mencetak surplus tahun ini.

Rabu kemarin, BPS juga menyatakan bahwa inflasi Juli sedikit meningkat. Bulan puasa Ramadan telah berpengaruh dalam kenaikan bahan pangan pokok. Indeks harga konsumen pada bulan Juli adalah 4,56% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Juni kemarin, angkanya hanya 4,53%.

Walaupun angka inflasi itu masih relatif rendah, ekonom mulai cemas bahwa inflasi akan kian meningkat, karena kekeringan di AS dapat mendongkrak harga pangan global. Peningkatan inflasi yang berkepanjangan akan mempersulit bank sentral di Asia dalam memberikan respons terhadap pertumbuhan ekonomi global yang lemah.
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Sponsored Links