View Single Post
Old 3rd August 2012, 11:24 AM   #15
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

FDI Indonesia Melonjak

http://realtime.wsj.com/indonesia/20...esia-melonjak/



Quote:
Investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) naik 30% di kuartal kedua tahun ini dibanding setahun sebelumnya menjadi Rp 56,1 triliun atau $5,9 miliar. Hal ini menandakan sebagian investor tidak mengkhawatirkan kebijakan regulasi baru, yang diduga akan mempersulit modal asing di sektor pertambangan, perbankan, dan lainnya di Indonesia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hari Rabu kemarin melaporkan data arus investasi asing di sektor seperti farmasi, pertambangan, dan lainnya. Data ini akan turut memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tetap relatif kuat, di tengah krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi di negara besar lain.

Investor asing tertarik dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, cadangan sumber daya alam, serta populasi yang kian makmur. Menurut para analis, data terbaru dari BKPM ini menandakan arus FDI tahun ini dapat melampaui rekor tertinggi $19,3 miliar yang dicatat pada tahun 2011.

Sementara itu, BKPM mengungkap investasi dari perusahaan dalam negeri mencapai Rp 20,8 triliun di kuartal kedua atau naik 10% dibanding setahun sebelumnya.

Peningkatan FDI ini terjadi di tengah bergemingnya upaya pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur. Sebagian investor dan pengamat belum lama ini juga mengkhawatirkan regulasi yang dianggap proteksionis di sektor pertambangan dan perbankan.

Regulasi yang disorot mencakup peraturan baru soal kepemilikan bank, yang dalam beberapa kasus membatasi kepemilikan oleh satu lembaga tunggal di angka 40%. Pemerintah juga menerapkan pajak dan batasan impor baru di beberapa sektor. Sementara itu, baru-baru ini pemerintah meminta perusahaan pertambangan Freeport McMoran Copper & Gold Inc. mengurangi kepemilikan di unit Indonesia mereka, melalui penawaran saham perdana di bursa Indonesia. Pemerintah juga meminta kenaikan royalti dari tambang Grasberg.

Kekhawatiran semacam itu menjadi salah satu faktor yang menekan nilai rupiah. Investor asing juga menarik sekitar $2 miliar dari pasar surat utang negara.

Menanggapi kecemasan tersebut, pemerintah menyebut kebijakan itu diterapkan untuk memastikan setiap manfaat dari ledakan ekonomi Indonesia bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Data FDI terbaru itu “menunjukkan bahwa kekhawatiran itu tidak berdasar,” kata Chatib Basri, kepala BKPM. “Saya merasa optimistis, investasi dari dalam dan luar negeri akan terus meningkat di kuartal ketiga.”

BKPM meramalkan total investasi tahun 2012 dapat mencapai rekor tertinggi di angka Rp 283,5 triliun, setelah angka paruh pertama tercatat Rp 148,1 triliun.

Peningkata itu digerakkan oleh sektor pertambangan dan manufaktur, terutama investasi untuk pengolahan ferro-nikel senilai $500 juta. Pabrik itu dimiliki 90% oleh Eramet SA, konglomerasi pertambangan dan logam asal Perancis.

Total FDI kuartal kedua di sektor pertambangan, kimia, dan farmasi mencapai $1 miliar. Sektor utilitas mendapat $600 juta, pangan $500 juta, serta pengolahan logam, permesinan, dan elektronik $500 juta. Negara-negara sumber modal asing di antaranya Singapura dengan $800 juta, AS $700 juta, Jepang dan Australia masing-masing $600 juta, serta Korea Selatan $500 juta.
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote