View Single Post
Old 3rd August 2012, 11:34 AM   #24
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Perdagangan Indonesia Tunjukkan Trend Positif

http://www.setkab.go.id/berita-5185-...d-positif.html

Quote:
Perkembangan perdagangan Indonesia memiliki trend perdagangan yang baik. Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan bahwa perdagangan Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. “Sebagai contoh, ekspor kita pada tahun 2011 sudah mencapai 203,5 miliar dollar AS. Ini naik 29% dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi sekali lagi karena ekspor impor ini adalah bagian dari perdagangan internasional mana kala ada masalah di dunia, di luar negeri, tentu berpengaruh pada cadangan ekspor kita,” jelas Presiden dalam konperensi pers di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (27/7) siang.

Kepala Negara menunjukkan realisasi pada kuartal pertama yang memperlihatkan ekspor menurun. “Saya perkirakan, kuartal kedua juga menurun, tetapi saya masih berharap karena ada berita gembira investasi justru meningkat,” tambah Presiden.

Presiden menambahkan bahwa pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,3 % yang tergolong amat tinggi pada situasi sekarang ini. “Kalau kita bisa menjaga kuartal kedua juga masih bisa tumbuh 6,3% maka itu akan baik bagi perekonomian kita, jelas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan perlunya meningkatkan volume perdagangan, utamanya ekspor Indonesia ke negara-negara sahabat. “Meskipun sekali lagi berbeda dengan beberapa negara misalnya Singapura, Taiwan, Hongkong yang mereka lebih menganut eksport oriented economy, ekonomi yang memang terpilarkan pada ekspor. Negara kita tidak, kita ingin lebih seimbang,” jelas SBY

Menurut SBY, hal itu karena ekonomi dalam negeri Indonesia juga besar dan penduduk Indonesia yang banyak dengan daya beli yang makin tinggi, sehingga perlu menyeimbangkan antara ekspor dan impor. “Meskipun demikian, kita bertekad dan tadi Menteri perdagangan juga sudah menyampaikan akan terus mencari peluang-peluang baru pada pasar global,” tambah Presiden.

Dalam menghadapi kesiapan ASEAN Economic Community 2015, Presiden menyampaikan bahwa semua negara di dunia melakukan atau masuk dalam free trade agreement baik secara bilateral maupun secara regional dan multilateral. Namun demikian, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia sudah punya kebijakan dasar, bahwa yang ingin direalisasikan bukan hanya free trade agreement tapi comprehensive economic partnership yang lebih luas, tidak hanya trade tapi juga terdapat investment.

“Trade itu sendiri ada ekspor dan impor dan juga ada investasi,” jelas Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyatakan bahwa apa yang sedang berkembang di dunia dan Indonesia ,tentu sebagai anggota G-20 dan ekonomi terbesar di ASEAN kia ttidak bisa tidak ikut dalam kerja sama yang nyata-nyata membawa keuntungan. Oleh karena itu Indonesia harus dapat memastikan siap untuk bekerja sama dengan negara mana pun dalam original grouping apapun. Selain itu Indonesia juga memastikan untuk dapat menyiapkan agreement yang betul-betul membawa manfaat yang riil.

Mengenai perdagangan domestic, Presiden menyampaikan pentingnya penguatan masalah ini, dan semua pihak optimistis bahwa perdagangan domestik ini meningkat. “Setiap saya berkunjung ke daerah, para gubernur melaporkan kepada saya perdagangan antar pulau, antar daerah itu meningkat pesat,” jelas Presiden. Hal ini bisa dijadikan peluang yang baik di masa depan.

“Pesan saya, para Gubernur, Bupati, Walikota juga memperhatikan ketika perdagangan dalam negeri meningkat dengan tajam, pastikan yang memperoleh keuntungan jangan hanya para traders, para pedagangnya, tetapi perhatikan kesejahteraan para petani, para nelayan, para pengrajin, yang mereka juga menjadi sumber bergeraknya perdagangan dalam negeri,” tambah Presiden. Kalau hal ini dapat tercipta, Presiden optimistis ekonomi Indonesia akan jauh lebih adil dibandingkan sekarang ini.

Dalam pembahasan masalah bahan pokok, Presiden menyatakan bahwa inilah yang menjadi kepedulian dan kebutuhan rakyat. “Oleh karena itu, kita bukan hanya berfikir jangka pendek tapi kita pun berfikir jangka menengah dan jangka panjang. Jangka pendek kita melakukan stabilisas harga,” jelas Presiden.

Manakala terdapat fluktuasi atau pergerakan atau kenaikan harga bahan pokok, Presiden menyampaikan akan menggunakan berbagai cara dan berbagai instrument untuk dapat menjaga stabilisasi harga. “Yang penting paling tidak, tidak terus menanjak,” jelas Presiden. Namun apabila pada saat harga di tingkat dunia sudah kembali normal, Indonesia juga harus normal dan atau harus lebih baik lagi
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote