View Single Post
Old 6th May 2015, 09:45 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Rumput Laut RI Sulit Bersaing dengan China

Quote:
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo tidak alam mempermasalahkan ekspor bahan baku rumput laut. Kendati kendala utama persaingan rumput laut adalah dalam hal pengadaan bahan bakunya yang dinilai kalah bersaing dengan negara importir eksportir rumput laut terbesar lainnya dari China.
"Ya silahkan saja kalau nanti di dalam negeri pasarnya juga ada dan pasarnya bersaing, saya kira bagus. Dua-duanya (ekspor atau produksi sendiri) boleh. Yang susahnya kalau di dalam negeri, pasarnya misalnya, pabriknya tidak bisa menampung semuanya ya harus ekspor donk," ujarnya saat ditemui di Gedung BPPT, Senin (4/5/2015).

Namun, Indroyono mengungkapkan pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan industri rumput laut di dalam negeri. "Oleh karena itu, kita antara lain membuat pabrik-pabrik rumput laut di dalam negeri," imbuh dia.

Menurutnya, jika produksi di dalam negeri sudah menguntungkan, maka harga pun tidak akan menjadi masalah.

"Kalau di dalam negeri lebih menguntungkan, dan pembelinya juga konsisten, karena pabriknya ada, silahkan. Tapi, kita yang jelas mau coba optimal pengolahan rumput laut di dalam negeri," tukas Indroyono.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum ASTRULI (Asosiasi Industri Rumput Laut Indonesia) Sasmoyo S. Boesari mengatakan, kendala utama persaingan rumput laut adalah dalam hal pengadaan bahan baku serta kalah bersaing dengan negara importir terbesar China yang mendapatkan insentif pengembalian pajak dari pemerintahnya.

"Bahan bakunya melimpah, tapi karena ekspor ini bebas dan negara importir China mendapatkan insentif dari negaranya berupa pengembalian fiskal sebesar 15-35 persen, sehingga industri dalam negeri otomatis kalah bersaing dengan mendapatkan bahan baku," tutur dia

Dengan demikian, Sasmoyo menilai, dikenakannya bea masuk terhadap raw material (bahan baku mentah), maka akan dapat bersaing dengan importir rumput laut terbesar dari China. "Ekspor raw material akan ada bea keluar, sehingga bisa bersaing dengan yang 15-35 persen tadi," imbuhnya.

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah Indonesia dapat lebih memberikan dalam bentuk dukungan fasilitas untuk industri dalam negeri. "Kita inginkan kebijakan dari pemerintah Indonesia untuk industri dalam negeri. Antara lain, insentif dalam bidang bunga, seperti bunga perbankan, penyederhanaan izin, bea keluar dan sebagainya," pungkasnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links