View Single Post
Old 8th May 2015, 09:24 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Mudah bagi Indonesia untuk Jadi Observer OPEC

Quote:
JAKARTA Menteri ESDM Sudirman Said mewacanakan agar Indonesia kembali aktif dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC). Ternyata, Indonesia sebagai negara yang pernah aktif dalam OPEC sangatlah mudah untuk bisa kembali masuk organisasi pengekspor minyak.

Mantan Gubernur OPEC untuk Indonesia Meizar Rahman menjelaskan, dalam peraturan anggaran dasar OPEC menyebutkan tidak ada status keluar atau dicoret dari daftar keanggotaan, yang ada hanya dibekukan. Status itulah yang disematkan pada Indonesia di tahun 2008. Jadi Indonesia cukup menyertakan surat pernyataan untuk aktif kembali.

"Jadi dari kacamata OPEC status Indonesia saat ini bukan keluar tapi dibekukan. Jadi kalau mau aktif lagi hanya tinggal bilang saja, pasti diterima," terang Meizar kepada Okezone, Jakarta, Jumat (7/5/2015).

Apa lagi, lanjutnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana hanya ingin menjadi peninjau atau observer dalam acara -acara OPEC bukan anggota secara penuh. Tentu hal itu bukanlah perkara yang sulit, pasalnya tidak ada tanggung jawab iuran yang dibebankan kepada observer.

"Pak Menteri maunya masuk tidak anggota secara formil tapi sebagai observer. Observer tidak ada beban, kalau formil ada iuran tahunan. Kalau tahun 2008 dulu jumlahnya sekitar USD2 juta per tahun," tukasnya.

Indonesia bergabung sebagai anggota OPEC sejak 1962. Status Indonesia saat itu masih sebagai negara pengekspor minyak. Kapasitas minyak yang mampu dihasilkan sekira 1,6 juta barrel per hari. Namun, sayangnya produksi minyak Indonesia kian hari kian surut. Bahkan menyentuh di bawah satu juta barrel per hari.

Menyikapi situasi itu, Indonesia mulai menjadi negara pengimpor minyak sejak 2004 dan mengundurkan diri pada 2008. Namun Presiden OPEC Sheikh Ahmad Fahad Al-Ahmad tetap menyarankan agar Indonesia tidak mundur. Kendati demikian, Indonesia secara resmi tetap mengumumkan keluar dari keanggotaan penuh organisasi tersebut dalam sidang OPEC di Wina, Austria, Selasa 9 September 2008. Hasil Konferensi OPEC ke-149 itu menyepakati diberlakukannya status suspensi keanggotaan kepada Indonesia. OPEC mengharapkan agar Indonesia dapat menjadi anggota penuh OPEC kembali bila situasi memungkinkan.

Pada saat menjadi anggota OPEC, nama Indonesia sempat harum. Indonesia ikut berperan aktif dalam penentuan arah dan kebijakan OPEC, khususnya dalam rangka menstabilisasi jumlah produksi dan harga minyak di pasar internasional.

Sejak berdirinya Sekretariat OPEC di Wina tahun 1965, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wina terlibat aktif dalam organisasi tersebut. Indonesia turut serta memantau harga minyak dan penanganan masalah substansi serta diplomasi di berbagai persidangan yang diselenggarakan oleh OPEC.

Pentingnya peran yang dimainkan oleh Indonesia di OPEC telah membawa Indonesia pernah ditunjuk sebagai Sekjen OPEC dan Presiden Konferensi OPEC.

Pada 2004, Menteri ESDM Purnomo Indonesia terpilih menjadi Presiden dan Sekjen sementara OPEC.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links