View Single Post
Old 28th May 2015, 08:49 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Pembubaran Petral Picu Mafia Migas Baru

Quote:
JAKARTA - Pemerintah telah memutuskan untuk membubarkan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Dalam proses pembubarannya, pemerintah unjuk Integrated Supply Chain (ISC) untuk mengambil alih tugas-tugas anak perusahaan Petral, Pertamina Energy Services Pte. Ltd. (PES).

Tekat pemerintah membubarkan Petral dan PES itu kian bulat, setelah ISC dapat membuktikan adanya efisiensi hingga USD22 juta sejak unit bisnis Pertamina tersebut melakukan pengadaan minyak sendiri. ISC membuktikan peran Petral sudah tidak lagi signifikan dalam proses bisnis di Pertamina.

Padahal Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang diketuai oleh Faisal Basri tidak merekomendasikan pembubaran Petral. Hanya kewenangannya untuk mengadakan minyak mentah dan BBM dialihkan kepada ISC. Nyatanya, Pemerintah berpendapat sebaliknya.

Sejatinya, jauh sebelum wacana Petral Grup dibubarkan, ISC sudah beroperasi sejak 2008. Saat itu, ISC melakukan perencanaan dan penentuan. PES hanya bertugas mencari minyak di luar. Persetujuan beli atau tidak, ada pada ISC. Jadi PES hanya bertindak sebagai kepanjangan tangan dari ISC.

Tapi setelah kewenangan berada di ISC, banyak tangan yang bermain. Posisi di Jakarta ternyata lebih mudah diobok-obok, terutama oleh politisi yang perusahaan lokalnya ternyata bermitra dengan trader di luar negeri. Akhirnya, ISC dibekukan dan perannya dibalikkan ke PES. Jadi, wajar saja jika ada yang berpendapat, kalau peran ISC kembali dimainkan dengan menjadikan PES sebagai kambing hitam, bisa-bisa ini justru mengulangi kesalahan yang dulu pernah dibuat.

Wajar pula jika Salah satu anggota tim RTKM Fahmy Radhi juga termasuk yang tak setuju pembubaran Petral. "Pandangan ini lebih bersifat antisipatif. Kami khawatir, pasca pembubaran Petral ada penggantinya yang justru dimainkan oleh mafia migas. Intinya, pemburu rente itu bermain di impor," katanya di Jakarta.

Sayangnya, dia tak membeberkan secara mendetail perihal dunia mafia migas tadi. "Modus mereka dengan mendorong kewenangan impor dan jual beli kembali ke tangan Pertamina atau perusahaan yang lain. Artinya, problem terbesarnya sebenarnya pada ketergantungan impor kita," ujarnya.

Pastinya, posisi Indonesia sebagai negara importir minyak terbesar di dunia menjadikan proses pengadaan bahan bakar ini selalu mengundang sorotan. Bisnis basah dengan uang super jumbo itu tentunya harus mendapat perhatian ekstra, entah itu diadakan oleh PES maupun ISC. Alhasil, rencana penutupan Petral Grup dan menggantikannya dengan ISC tidak akan ada manfaatnya apabila tata niaga, revitalisasi kilang dan upaya menemukan sumber minyak baru tidak pernah dilakukan. (Wahyu Arifin, Fahmi Bahtiar dan Budi Yuni Harto)
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links