View Single Post
Old 31st May 2015, 07:39 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Jejak Tembakau dan Kisah Lawas Agus Salim

Quote:
JAKARTA - Semakin hari jumlah perokok aktif terus bertambah di seluruh dunia. Meskipun banyak kampanye dari kalangan masyarakat yang tidak merokok, namun jumlah penikmat asap tembakau tetap saja bertambah.

Banyak pemerintah dari negara-negara di dunia sudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, dari mulai melarang merokok di tempat umum, hingga menetapkan cukai setinggi langit, para perokok tetap saja ngebul.

Dalam rangka Hari Tanpa Tembakau yang jatuh pada Minggu (31/5/2015) ini, Okezone akan mengulas sejarah awal tembakau dan rokok bisa menggurita di dunia.

Menurut penelusuran yang dihimpun Okezone, kata tembakau sendiri berasal dari nama Pulau Tobago. Kata tobaco berasal dari penduduk setempat, yaitu berarti memutar daun berukuran besar.

Sebenarnya sampai akhirnya abad ke-15 belum ada yang tahu tentang tanaman tembakau. Tapi menurut para arkeolog, penemuan tembakau menunjukkan sekira 4.000 tahun yang lalu suku Indian Amerika utara telah menikmati tembakau. Asap tembakau saat itu sering dihubungkan dengan hal-hal medis.

Kemudian penjelajah asal Eropa seperti Colombus yang datang ke daratan Amerika, membawa kebiasaan pengobatan dengan asap tembakau tersebut kembali ke Eropa. Dari situlah mulai muncul pabrik-pabrik rokok di Eropa hingga berkembang seperti saat ini.

Sementara untuk rokok di Indonesia sangat terkenal dengan jenis kretek. Nama kretek muncul karena dari rokok yang menggunakan tembakau asli yang dikeringkan, dipadukan dengan saus cengkeh dan saat dihisap terdengar bunyi kretek-kretek.

Kisah kretek sendiri bermula dari kota Kudus, Jawa Tengah. Tidak ada yang bisa menjelaskan secara akurat tentang sejarah rokok kretek.

Ada yang menyebutkan kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekira abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Kemudian dirinya mengoleskan minyak cengkeh dan hasilnya sakitnya hilang.

Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.

Beberapa tahun kemudian, penemuan itu memikat pengusaha Nitisemito untuk mendirikan industri rokok di Kudus. Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek "Tjap Bal Tiga".
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links