View Single Post
Old 31st May 2015, 08:40 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Empat Miliarder RI yang Lahir dari Industri Tembakau

Quote:
JAKARTA - Warga di seluruh dunia tengah memperingati Hari Tanpa Tembakau hari ini. Gerakan ini menyerukan para perokok agar berpuasa merokok (mengisap tembakau) selama 24 jam serentak di seluruh dunia.

Hal ini bertujuan untuk menyebarluasnya dampak buruknya merokok terhadap kesehatan. Pasalnya, diperkirakan kebiasaan merokok setiap tahunnya menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta jiwa.

Negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencetuskan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini pada 1987. Dalam satu dasawarsa terakhir, gerakan ini menuai reaksi baik berupa dukungan dari pemerintah, aktivis kesehatan, dan organisasi kesehatan masyarakat, ataupun tentangan dari para perokok, petani tembakau, dan industri rokok.

Meski demikian, tidak semua orang merasakan dampak negatif dari tembakau. Beberapa orang ini, berhasil membuat dapurnya mengepul tebal, lantaran penjualan tembakaunya. Okezone mencatat setidaknya ada empat orang Indonesia yang berhasil menjadi miliarder di balik kepulan asap tembakau.

Berikut ini, empat orang miliarder yang diperoleh dari perusahaan tembakau, seperti dirangkum Okezone, Minggu (31/5/2015).

1. R Budi Hartono

Kekayaan bos Djarum ini senilai USD8,5 miliar per Maret 2013 versi Forbes. Dirinya dinobatkan menjadi orang terkaya di Indonesia.

Serta menduduki peringkat 131 Forbes Billionaires. Dia memiliki usaha di bidang perbankan dan tembakau.

Budi juga terdaftar sebagai orang-orang kaya berdasarkan pemeringkatan dunia di peringkat 131.

2. Michael Hartono

Dia merupakan kakak dari R Budi Hartono. Kekayaannya mencapai USD8,2 miliar.

Namun, posisi kekayaan Michael berada di peringkat 138 Forbes Billionaires, serta menjadi nomor dua terkaya di Indonesia. Mempunyai bidang usaha yang sama dengan sang adik, dirinya berbagi kepemilikan saham di salah satu bank terbesar di Indonesia, yaitu BCA.

Michael juga terdaftar sebagai orang-orang kaya berdasarkan pemeringkatan dunia di peringkat 138.

Hal ini membuat pemilik Grup Djarum, R Budi dan Michael Hartono, kembali didaulat menjadi orang terkaya di Indonesia. Duo bersaudara ini memiliki harta kekayaan sebesar USD15 miliar atau Rp175,4 triliun (kurs Rp11.695 per USD).

Apa saja kekayaan kedua saudara Hartono tersebut? Aset kekayaannya antara lain, kepemilikan 25 persen saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan memiliki 26 persen PT Sarana Menara Nusantara Tbk, operator menara telekomunikasi. Dirinya juga merupakan pemilik perusahaan rokok terbesar ketiga di Indonesia, Djarum.

Perusahaan, yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah, memberikan kontribusi sekira 19 persen dari 303 miliar batang rokok yang dijual di Indonesia pada 2012.

Kendati demikian, pada Desember 2013, pamor pengusaha Indonesia di kancah internasional tampaknya mulai terkikis. Dua orang terkaya Indonesia, yakni Michael dan R Rudi Hartono tidak diakui sebagai yang terkaya.

Dalam data Bloomberg Billionaire Index pada 2013, dua nama orang terkaya tersebut tidak ada lagi. Padahal, pada 2012 lalu, dua bos Grup Djarum tersebut masih terdaftar. Yakni, Rudi menempati peringkat 176 dan Michael menempati peringkat 177.

3. Keluarga Susilo Wonowidjojo

Keluarga Susilo Wonowidjojo memiliki total kekayaan USD5,3 miliar. Dia mendapat sumber kekayaan dari penjualan tembakau, dan pengembangan warisan.

Pemilik perusahaan rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) itu tampaknya mencatatkan kinerja yang memuaskan pada 2014.

Pada 2011, perusahaan rokoknya memang mengalami masalah akibat hujan deras dan membuat penjualan Gudang Garam tertahan di USD5 miliar. Begitu juga tahun berikutnya, masih suram.

Bahkan, Gudang Garam harus mengeluarkan biaya ekstra akibat kenaikan harga cengkeh menjadi Rp60 ribu per kg, naik hampir empat kali lipat.

Selanjutnya, aturan soal kemasan rokok yang harus membuat gambar menyeramkan memperburuk situasi. Investor panik, akhirnya saham GGRM harus anjlok.

Akibatnya, pada 2013, kekayaan Susilo turun sampai USD2 miliar, dan kekayaannya tertahan di USD5,3 miliar.

Tapi pada tahun lalu, dia kembali dengan kenaikan kekayaan USD2,7 miliar, yang membuat kekayaannya meroket menjadi USD8 miliar. Saham Gudang Garam telah melonjak hampir 60 persen, dibandingkan kenaikan IHSG yang hanya 6 persen.

4. Keluarga Putera Sampoerna

Pada 2008, keluarga Putera Sampoerna memiliki kekayaan yang dimilikinya USD1,5 miliar. Keluarganya menjual perusahaan Sampoerna kepada Philip Morris pada 2005.

Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dia adalah putra dari Aga Sampoerna dan cucu dari Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan Sampoerna.

Pada 2013, keluarga Putera Sampoerna memiliki total kekayaan USD2,15 miliar. Pada 2010, Putera Sampoerna memiliki kekayaan USD2,3 miliar.

Keluarga ini juga menjalankan bisnis mereka di Sampoerna Agro, yakni produsen utama minyak kelapa sawit dan inti sawit di Indonesia. Anak Putera Sampoerna, Michael, seorang pemain poker profesional, yang juga menjadi komisaris presiden di perusahaan tersebut.

Diketahui, dia juga memiliki Sampoerna Strategic Square di pusat kota Jakarta. Adapun sebagian besar kekayaannya adalah dari penjualan perusahaan rokok kretek untuk Philip Morris sejak 2005.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links