View Single Post
Old 9th June 2015, 08:30 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Tantangan Terhadap Investasi Pertambangan di Indonesia

Quote:
JAKARTA - Iklim investasi pertambangan di Indonesia masih akan menyulitkan bagi perusahaan-perusahaan di sektor pertambangan dalam jangka pendek. Banyak investor memandang Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi geologis yang signifikan dalam hal pertambangan batubara dan sumber daya mineral.

Namun, ketidakpastian dari segi peraturan dan hingga batas tertentu, kebijakan mengenai royalti serta fiskal menjadi penghalang utama investasi. Khususnya pada saat ini ketika harga komoditas berada pada titik yang rendah dan perusahaan pertambangan berupaya meningkatkan efisiensi operasi serta produktivitas, dan membatasi belanja modal.

Global Mining Leader PwC John Gravelle mengatakan, kesuksesan langkah penghematan biaya semakin terlihat pada 2014 seiring dengan menurunnya biaya operasi hingga 5 persen. Meski kalangan industri pertambangan telah mengisyaratkan niat mereka untuk mengurangi belanja modal selama dua tahun terakhir, niat tersebut baru terlaksana pada 2014 seiring menurunnya pengeluaran untuk proyek signifikan sebesar 20 persen.

“Tolak ukur utama agenda investasi industri ini, yakni percepatan modal, melambat menjadi hanya sebesar 12 persen di mana penurunan lebih lanjut diperkirakan akan terjadi pada tahun ini dan untuk pertama kalinya, nilai dasar aset total menurun 1 persen," ujar John, seperti keterangan tertulis yang diterima Okezone.

Walaupun harga sejumlah komoditas pertambangan menurun hingga menyebabkan menurunnya pendapatan, laporan tersebut menemukan bahwa penurunan ini sebagian dikompensasi dengan meningkatnya volume produksi, terutama bagi komoditas bijih besi di mana pasokan meningkat karena program ekspansi besar-besaran beberapa tahun terakhir.

Lanjut John, menurunnya harga bijih besi berdampak signifikan bagi 40 perusahaan pertambangan terbesar di dunia. Meskipun menurunnya permintaan dari China menjadi berita utama, menurunnya harga komoditas dewasa ini lebih disebabkan oleh pasokan yang berlebihan di pasar.

“Dengan beberapa pengecualian, tren pasokan dan permintaan di pasar mendorong perusahaan pertambangan untuk beroperasi dengan asumsi bahwa rendahnya harga komoditas akan berlanjut, sehingga mereka tetap memusatkan perhatian pada penekanan biaya operasi dan menjaga disiplin permodalan," ucapnya.

Untuk kedua kalinya pada tahun ini, mayoritas perusahaan pertambangan terbesar di dunia berasal dari negara-negara BRICS, dibandingkan negara-negara OECD. Dengan penambahan dua perusahaan yang berasal dari BRIC dan penurunan kapitalisasi pasar hanya sebesar 7 persen dibandingkan penurunan kapitalisasi pasar OECD yang mencapai 21 persen. Fakta ini terjadi meskipun kontribusi laba setelah penyesuaian perusahaan dari negara BRICS lebih rendah.

John menambahkan, perusahaan pertambangan dari negara BRICS cenderung untuk memfokuskan secara eksklusif pada pertambangan di negara berkembang, sementara mereka yang berasal dari negara-negara OECD cenderung memiliki portfolio global yang beragam.

"Pembagian ini disertai dengan kekayaan potensi pengembangan usaha pertambangan baru di negara-negara berkembang serta ekspektasi yang berbeda dari para pemegang saham, terus menciptakan perbedaan," ungkapnya.

Sekadar diketahui, Indonesia merupakan pemain penting di kancah industri pertambangan global dengan tingkat produksi komoditas seperti batubara, tembaga, emas, timah, dan nikel yang signifikan. Indonesia khususnya masih menjadi salah satu negara pengekspor batubara terbesar di dunia.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links