View Single Post
Old 20th June 2015, 08:38 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Strategi Supaya Kantong Tidak Jebol Saat Ramadan

Quote:
MEDAN - Di satu sisi, berpuasa merupakan salah satu cara untuk menekan pengeluaran. Aktivitas berpuasa membuat kebutuhan makan dan jajan pada siang hari, yang pada hari-hari biasa cukup menguras kantong, bisa dihemat.

Tapi sering kali, momentum penghematan yang harusnya bisa dimanfaatkan, justru membuat kita makin terpuruk dalam keborosan. Berpuasa seharian membuat kita sulit menahan pelampias hasrat konsumsi kita, saat waktu berbuka tiba.

Menurut pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, untuk menghindarkan diri dari keborosan tersebut, di bulan ramadan ini kita perlu mengidentifikasi yang mana yang menjadi kebutuhan dan menjadi keinginan. Dimana tentunya kita harus memenuhi kebutuhan tersebut dibandingkan dengan keinginan.

Bila mengacu pelajaran anak-anak SD, tentunya kebutuhan dasar manusia itu dibagi menjadi tiga, yakni sandang, pangan, dan papan. Dan di antara ketiga kebutuhan tersebut, pangan menjadi yang prioritas agar tetap bertahan hidup.

Namun sayangnya, saat ini manusia memiliki kebutuhan yang sebenarnya memiliki urgensi yang lebih rendah dibandingkan pangan. Salah satunya telekomunikasi, atau biasa dikenal dengan pulsa.

Nah ditengah tingginya harga bahan pangan saat ini. Perilaku bijak perlu dikedepankan sebelum berkonsumsi. Usahakan mengonsumsi makanan yang tidak berbeda dibandingkan dengan hari biasanya. Artinya puasa jangan dijadikan alasan agar mengonsumsi makanan yang lebih mahal. Dan sebisa mungkin hindari makanan dari luar rumah, karena harganya saat ini kerap tidak sama (lebih mahal) dibandingkan hari biasa.

“Kalau mau berbelanja lebih, tidak ada salahnya masyarakat mendatangi operasi pasar. Karena harganya lebih miring. Jika tidak mampu ikut dalam operasi pasar sebaiknya urungkan niat kita untuk berbelanja lebih di bulan ramadan ini,”sebut Gunawan.

Lebih lanjut Gunawan menyebutkan, menghadirkan kue lebaran atau makanan tambahan di Bulan Ramadan perlu ditinjau kembali. “Jika alasannya untuk mempererat silaturahmi, saya menilai substansinya bukan disitu. Silaturahmi tetap bisa berkesinambungan bukan karena ada stimulan dari makanan yang disediakan,”tambahnya.

Sementara untuk kebutuhan sandang, menurut Gunawan sebaiknya harus mengedepankan skala prioritas terbatas. Misalnya pemenuhan kebutuhan sandang untuk bersekolah dibandingkan dengan lebaran.

“Urgensinya sandang tersebut untuk pemenuhan kebutuhan jangka panjang. Sementara lebaran, paling hingar bingarnya hanya tiga hari, setelah itu akan terus berangsur turun dan kembali normal,”tukasnya

Gunawan juga menyebutkan, akan lebih bijaksana jika kita memenuhi kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan sandang yang manfaatnya untuk jangka panjang. Selain itu, upayakan uang tunjangan hari raya (THR) yang didapatkan untuk simpanan. Bukan dibiasakan habis untuk berkonsumsi.

“Prinsipnya satu, kita tidak akan mati hanya karena berpuasa dengan konsumsi normal. Jangan sampai perayaan keagamaan yang hingar bingarnya paling lama 40 hari justru membuat kita terlilit hutang yang sulit diselesaikan dalam tempo lama bahkan menahun. Apalagi bagi yang memiliki kartu kredit,” tutupnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links