View Single Post
Old 30th June 2015, 08:29 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Industri Tekstil Ibarat Pasien yang Sudah Masuk ICU

Quote:
JAKARTA - Industri tekstil dalam negeri tahun ini sedang babak belur dihantam perlambatan pertumbuhan ekonomi yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Ironisnya perlambatan ekonomi ini diramalkan akan terus terjadi sepanjang tahun.

Namun, menurut Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (Api) Ade Sudrajat, hantaman yang diterima industri tekstil bukan hanya itu saja, pukulan telak juga datang dari derasnya produk tekstil impor yang masuk ke dalam negeri.

"Impor dari China dan Korea sangat deras. Dengan seluruh biaya naik seperti BBM dan listrik membuat cost kami bertambah. Alhasil daya saing kami hilang, karena harga produk impor itu lebih murah 12-18 persen," tutur Ade saat dihubungi Okezone, Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Bahkan, lanjutnya, industri tekstil yang berorientasi ekspor juga tengah menghadapi berbagai kendala. Seperti lamanya proses bongkar muat di pelabuhan (dwelling time) dan minimnya jumlah kesepakatan perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan negara lain.

"Sekarang tergantung kecepatan Pemerintah membereskan masalah di Pelabuhan Tanjung Priok, karena itu sebagai gerbang ekonomi nasional. Kemudian seberapa besar pemerintah bisa membuka FTA sehingga ekspor kami bisa meningkat. Setelah itu baru benahi permasalahan internal cost kita," imbuhnya.

Menurutnya, semua langkah tersebut harus cepat dibenahi pemerintah jika ingin menyelamatkan industri tekstil dalam negeri. Pasalnya Ade menyebut, industri tekstil sudah dalam keadaan kritis. Padahal industri ini cukup mampu menyerapkan banyak lapangan kerja.

"Kalau tidak cepat makin fatal akibatnya. ibaratnya pasiennya sudah masuk ICU, kalau dokter belum datang juga bisa mati. Tidak mudah membangun kembali industri yang sudah mati," pungkasnya.

Sekedar informasi, sebanyak 18 perusahaan yang bergerak di industri tekstil harus gulung tikar dalam periode Januari hingga Mei lalu. Akibatnya sudah ada 30 ribu buruh industri tekstil mengalami dirumahkan.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links