View Single Post
Old 3rd July 2015, 04:40 PM   #1
Sek. RT
 
Join Date: 5 Jun 2015
Userid: 3923
Posts: 33
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Default Olahan Air Waduk Pluit Tidak Layak Dipakai


Quote:
Jakarta- Persoalan air bersih bagi warga bantaran Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara yang saat ini sebagian sudah menempati rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Muara Baru membutuhkan kerja sama antarinstansi pemerintahan terkait untuk melakukan pengolahan air bersih yang optimal.

Pasalnya, dengan sistem pengolahan air yang saat ini masih menggunakan dua unit Water Treatment Plant (WTP) Micro Hydraulic Mobile hasil kerja sama Kementrian PU dan Perumahan Rakyat, PAM Jaya, dan Lapi Indowater Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan kualitas air yang dihasilkan masih jauh dari layak untuk digunakan.

‎Salah satu penghuni rusunawa yang mengeluhkan kualitas air bersih yakni Marliah (49), penghuni Rusunawa Muara Baru, Blok 12, Lantai 5, Unit 503.

Sudah beberapa bulan terakhir Marliah dan penghuni rusunawa lainnya terpaksa harus membeli air pikul dan isi ulang untuk konsumsi dan aktivitas sehari-hari.

"Air yang diolah dari Waduk Pluit sangat kotor dan tidak bisa dipakai untuk air minum, selain warnanya kuning butek dan banyak mengandung kotoran pasir, saat digunakan untuk mandi langsung membuat kulit terasa lengket, seperti mandi pakai minyak," ujar Marliah, Jumat (26/6) kemarin.

Bahkan, apabila air dipercikkan saja, air tersebut langsung berbusa karena tingginya kandungan zat kimia yang digunakan untuk proses filterisasi.

Serupa tapi tak sama, WTP yang dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro)‎ di sisi selatan Waduk Pluit (dekat Apartemen Laguna Pluit) juga mengalami dampak karena kualitas air di waduk yang sangat buruk.

‎Kahamdi (55), selaku operator WTP Waduk Pluit Jakpro, ‎mengaku sudah tiga hari lebih WTP tidak berfungsi karena Reverse Osmosis (RO) yang berperan penting dalam pengolahan filterisasi terakhir untuk menjernihkan air mengalami kerusakan pada bagian membrannya.

"‎Kalau musim kemarau seperti ini air di Waduk Pluit jumlahnya sangat terbatas, makanya saat kita sedot untuk diolah kebanyakan lumpur dan sampah, RO ukuran besar dengan nilai Rp 25 miliar seperti ini saja tidak mampu mengolah air yang begitu kotor dari Waduk Pluit, apalagi hanya WTP Mobile yang ada di rusunawa itu," seloroh pria yang sudah mengoperasikan WTP Jakrpo sejak tahun 2012 tersebut.

Dengan kondisi ekstrim air dari Waduk Pluit, WTP milik Jakpro menggunakan Poly Aluminium Cholride dan Overton 20 untuk merontokkan serta memisahkan lumpur dari air pada bak penampungan air satu dan dua sebelum masuk ke RO dan dialirkan pada bak ketiga yang hasilnya berupa air bersih.

‎Sementara itu, Firdaus Ali selaku pendiri Indonesian Water Institute, mengungkapkan PAM Jaya seharusnya tidak hanya berhenti dengan dua unit WTP mobile yang langsung mengamabil air baku dari Waduk Pluit.

"Idealnya PAM membuat sebuah bak penampungan ataupun semacam empang di Waduk Pluit dengan kedalaman 10 meter hingga 20 meter, jadi air yang akan diolah ke WTP sudah diendapkan di dalam fasilitas tersebut," kata Firdaus.

Namun ia mengaku ragu PAM bisa melakukan hal tersebut karena selama ini hanya mengejar kontribusi keuntungan dari dua operatornya (Palyja dan Aetra).

"Kalau dikerjakan setengah hati hanya sebagai tanda menunjukkan kontribusinya, maka yang akan menjadi korban adalah warga yang memakai air tersebut," tambah‎ Firdaus.

‎Sedangkan, Koordinator Pelaksana Normalisasi Waduk dan Kali Pemprov DKI Jakarta, Heriyanto, mengatakan pihaknya siap untuk membantu mengerjakan lokasi khusus yang akan dikeruk hinggal kedalaman di atas 10 meter asalkan ada permintaan dari PAM Jaya.

"Harusnya mereka (PAM Jaya) sejak awal ‎koordinasi dengan kami agar pengerukan untuk pengolahan air bersih bisa langsung dikerjakan, apalagi sekarang sudah banyak bangunan liar yang sudah ditertibkan," ujar Heriyanto.

Heriyanto mengungkapkan saat ini sudah 2.740 bangunan liar dari 7.000 ‎bangunan di sepanjang bantaran Waduk Pluit, di mana dari empat tahapan yang direncanakan, saat ini sudah memasuki tahap kedua.

"Kita harapkan akhir tahun 2016 semua bangunan tersebut sudah bisa kita pindahkan penghuninya ke rusunawa, namun tentu pengerjaan lokasi pengerukan waduk untuk WTP bisa direalisasikan tanpa harus menunggu semua bangunan ditertibkan," tuturnya.
SUMBER
__________________
Pengolahan air bersih dan air limbah (water treatment Indonesia) dari Amrita Environmental.
aditya10 is offline   Reply With Quote
Sponsored Links