View Single Post
Old 6th July 2015, 08:19 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Cek Segera! Sehatkah Keuangan Anda?

Quote:
Anda mungkin rutin melakukan cek kesehatan untuk mencegah datangnya penyakit kronis. Mulai dari tes darah, jantung, urine, ginjal, hingga tulang Anda. Tapi, bagaimana dengan kondisi kesehatan keuangan? Sama dengan manusia, kondisi keuangan juga harus rutin dicek.
Nah, untuk mengukur kesehatan keuangan pribadi atau keluarga, Anda bisa melakukan financial check up. Proses financial check up tidaklah susah dan dapat dilakukan oleh semua orang. Caranya, Anda mengukur keuangan berdasarkan rasio atau standar yang telah ditetapkan. Keuangan masuk kategori sehat bila masih sesuai atau mendekati standar rasio yang ditetapkan. Secara umum, ada 4 rasio yang dipergunakan untuk melakukan financial check up:

1. Rasio utang Konsumtif = (Total Hutang Konsumtif) : (Total Pendapatan Bulanan)

Yang dimaksud dengan utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk tujuan konsumtif seperti tunggukan Kartu Kredit, cicilan barang elektronik, cicilan paket liburan, termasuk Kredit Tanpa Agunan, dan kredit lainnya.

Pendapatan bulanan adalah penghasilan rutin (gaji) atau rata-rata penghasilan yang Anda terima tiap bulan. Bila sesekali ada penghasilan atau bonus lain, itu tidak dihitung sebagai penghasilan bulanan.

Nah, standar yang sehat untuk rasio ini adalah 0 persen. Artinya, jangan sampai Anda memiliki utang untuk membeli barang konsumtif. Dalam praktiknya, hal ini kerap susah diterapkan. Tetapi jika disiplin dan mau menunda keinginan untuk berbelanja dengan kartu kredit atau berutang, Anda pun akan menjaga kesehatan keuangan. Tipsnya: Usahakan membeli barang konsumtif dengan tunai, itu pun bila sangat perlu saja. Jika tidak punya duit, tidak usah dibeli.

2. Rasio Cicilan = (Total Cicilan Bulanan) : (Total Pendapatan Tetap Bulanan) X 100 persen

Total cicilan bulanan dalam hal ini meliputi cicilan KPR, cicilan kendaraan (motor/mobil), cicilan apartemen, cicilan tanah, dan lainnya. Standar rasio ini adalah maksimum 30 persen.

Bila rasio cicilan Anda lebih kecil dari 30 persen, keuangan Anda tergolong sehat. Dengan demikian Anda bisa menggunakan uang untuk tujuan lain seperti investasi agar aset bisa diperbanyak.

3. Rasio Dana Darurat = (Total Aset Likuid) : (Total Biaya Tetap Bulanan)

Yang dimaksud dengan aset likuid adalah aset yang bisa diuangkan dengan cepat bila diperlukan. Termasuk dalam hal ini adalah uang tunai, tabungan, cek, deposito, giro, dan jenis investasi pasar uang seperti reksa dana dan lainnya.

Sementara total biaya tetap bulanan meliputi seluruh pengeluaran yang bersifat tetap misalnya biaya tagihan air listrik telepon, cicilan-cicilan rutin, biaya konsumsi, uang sekolah anak, biaya sewa, dan biaya tetap lainnya yang pasti rutin dibayarkan.

Rasio ini minimal enam untuk lajang dan 12 untuk mereka yang telah berkeluarga. Standar rasio dana darurat enam, artinya Anda memiliki aset likuid yang bisa membiayai hidup Anda selama enam bulan. Bahkan dalam kondisi darurat dan Anda tidak berpenghasilan sekalipun (misalnya PHK, sakit dll), Anda masih bisa bertahan selama enam bulan.

Dengan demikian, makin besar rasio ini makin baik. Bila sudah mencapai rasio minimal, sebaiknya selebihnya jangan hanya ditabung, tetapi diinvestasikan supaya aset Anda lebih bertumbuh.

4. Rasio Biaya Terhadap Pendapatan = (Total Biaya Tetap Bulanan : Total Pendapatan Tetap Bulanan)

Rasio ini dengan mudah menunjukkan gaya hidup bahkan model pengelolaan keuangan seseorang. Standar untuk rasio ini adalah di bawah satu. Artinya total biaya bulanan harus lebih kecil dari penghasilan rutin bulanan.

Jika rasionya sama dengan satu, artinya seluruh penghasilan habis untuk membiayai hidup. Dan Anda tidak memiliki uang sisa untuk ditabung.

Jika rasio ini lebih besar dari satu, kondisi keuangan Anda tidak sehat. Pendapatan bulanan Anda tidak bisa menutupi biaya hidup. Dalam hal ini hanya dua hal yang bisa dilakukan yaitu: berhemat untuk mengurangi pengeluaran, dan/atau berusaha meningkatkan penghasilan.

Nah setelah melakukan cek keuangan dan mengetahui kondisi kesehatan keuangan, Anda bisa merencanakan cara apa yang bisa diakukan agar kondisi keuangan kembali pulih.
Halo Money.co.id
SUMBER : 0kezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links