View Single Post
Old 24th July 2015, 08:45 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Dirut Indocement: Pendemo Memang Berniat Rusuh!

Quote:
JAKARTA - Warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah memprotes soal izin lingkungan pabrik semen. Warga sekitar menolak pembangunan pabrik semen di wilayah Pegunungan Kendeng tersebut karena mengancam kelestarian lingkungan dan sumber mata air.
Wakil Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Franciscus Welirang mengatakan, izin lingkungan sudah berjalan dan keluar. Izin lingkungan tersebut sudah dilakukan studi oleh pakar dan ada undang-undang (UU), serta tata caranya.

"Kami sudah berdialog dengan masyarakat dan tidak ada masalah. Yang jadi permasalahan, pendemo mengerti atau tidak, kalau mau demo baik-baik tidak bawa barang apa-apa, ini malah kericuhan," ujar Franciscus, saat dihubungi Okezone, Kamis (23/7/2015) malam.

Franciscus mengakui, selama dua tahun pihaknya sudah melakukan studi lingkungan. Karenanya, dia menilai memang ada niat lain selain menyampaikan aspirasi. "Ada niat untuk kerusuhan, buktinya fasilitas kesehatan masyarakat di rusak. Kenapa pendemo ramai-ramai hingga 1.500 orang, tujuannya apa?," tegasnya.

Dia mengaku, pembangunan pabrik semen tersebut tidak mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Dengan adanya pembangunan pabrik tersebut, justru dapat membangun ekonomi masyarakat sekitar.

"Dengan adanya industri semen bikin menampung air hujan dari cuaca ekstrim. Kalau secara pengetahuan teknologi, alam bisa diatasi oleh pengetahuan manusia," ucapnya.

"Pembangunan pabrik semen 75 persen tanah kosong, tidak ada rumah yang digusur. Diprediksikan kalau tidak ada masalah Oktober ini atau awal tahun depan mulai ada pembebasan tanah, tambah dia.

Dengan luas lingkungan pabrik 150 hektar, yang terdiri dari 75 hektar untuk pabrik dan 75 hektar untuk bercocok tanam, pembangunan pabrik semen tersebut ada batasannya. "Itu peraturan dari pemerintah pusat. Jika tidak ada hambatan, diprediksikan pembangunan pabrik semen ini rampung pada 2019, tuturnya.

Sekadar informasi, pengunjuk rasa berasal dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sukolilo, Tambak Romo, Kayen. Mereka menolak pembangunan pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng karena masyarakat di sana rata-rata bertani. Tak hanya di Pati saja, pembangunan pabrik semen di Rembang juga di tolak.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links