View Single Post
Old 4th August 2015, 08:26 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Banyak Mafia Kerah Putih Bermain di Pelabuhan

Quote:
JAKARTA - Setelah adanya mafia migas, mafia beras, mafia gula, hingga mafia perikanan, kali ini di pemerintahan Jokowi-JK akan menghadapi mafia lainnya. Mafia yang dimaksud adalah mafia perizinan untuk proses bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan.

Pasalnya, mengurus perizinan untuk impor atau ekspor menjadi salah satu kendala dalam mempercepat proses dwelling time di pelabuhan. Namun, perizinan untuk mempercepat masuk dan keluarnya barang di pelabuhan menjadi komoditi perdagangan atau 'ladang uang' untuk menguras kantong importir atau eksportir.

"Ada mafia perizinan. Itu jadi komoditi perdagangan," tegas Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro kepada Okezone, Jakarta, Minggu (2/8/2015).

Toto menjelaskan, mafia perizinan ini bergerak karena tidak ada peraturan dan pengawasan yang tegas. Bahkan, laporan yang disampaikan pihaknya kepada pemerintah dianggap angin lalu saja.

Menurut Toto, mafia perizinan ini dengan sengaja memperlama proses perizinan untuk melengkapi dokumen izin impor maupun ekspor, sehingga acapkali importir atau eksportir disebut salah satu biang kerok lamanya proses dwelling time karena barangnya lama tertahan di pelabuhan. Selain itu, munculnya tenaga jasa atau agen yang disewa importir untuk mengurus perizinannya.

"Bayangkan, saya ngurus izin lamanya minta ampun. Tapi saya pakai jasa ini, ngurus izin satu, dua hari keluar, tapi bayar dulu. Kan aneh. Emang itu bukan calo, itu perusahaan jasa, tapi masa kalau ngurus sendiri lama, tapi pakai jasa itu cepat banget. Calo bukan itu?" tegasnya.

Toto pun membeberkan, ada praktek-praktek nakal seperti pungutan liar ketika barang itu keluar atau masuk ke pelabuhan. "Hal ini sudah dilaporkan ke pak Presiden juga," tukasnya.

Seperti yang diketahui, Polda Metro Jaya sudah menetapkan Direktur Jenderal nonaktif Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan sebagai tersangka dalam kasus suap atau gratifikasi proses bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links