View Single Post
Old 8th August 2015, 03:19 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 23 Aug 2014
Userid: 2444
Posts: 442
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Post Resiko Penyakit Diabetes Pada Kehamilan

Diabetes memang kerap sekali menyerang pada ibu hamil. Dikarenakan mengalami diabetes saat hami juga sangat berpengaruh terhadap janin. Berikut rangkuman faktor resiko diabetes pada kemhamilan.



Tentunya Sangat Beresiko Pada Ibu Hamil.

Bagi calon ibu, resiko yang mungkin akan terjadi akibat penyakit diabetes diantaranya adalah :
  • Persalinan prematur
  • Cairan ketuban berlebihan
  • Pre-eklampsia
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi vagina berupa keputihan karena jamur yang berlubang
Janinnya Juga Akan Mendapatkan Resikonya

Apapun yang terjadi pada calon ibu, janin pasti turut merasakan akibatnya. Harus ekstra hati-hati, dikarenakan diabetes bisa membuat janin di perut anda mengalami SBB :
  • Pertumbuhannya terhambat.
  • Lahir besar atau giant baby (makrosomia) sehingga harus dilahirkan secara caesar. Ini akibat janin menerima pasokan gula berlebih dari ibu, diubah menjadi protein dan lemak, sehingga membuatnya besar.
  • Cacat bawaan, peluangnya 3 kali lebih besar dari kehamilan normal.
  • Meningkatnya kadar bilirubin.
  • Kekurangan glukosa dan kalsium.
  • Kelainan jantung.
  • Kelainan neurologik dan psikologik pada bayi di kemudian hari.
  • Kematian mendadak di kandungan (sudden death), akibat darahnya kekurangan oksigen dan kelebihan asam laktat. Ini risiko jika kadar gula darah ibu tidak terkontrol.
  • Sindroma gangguan napas.
  • Kelebihan insulin menghambat kerja hormon kortisol yang berfungsi mematangkan paru-paru janin. Akibatnya, paru-paru janin belum matang di usia 38 minggu. Risikonya, terjadinya sindroma gawat napas. Cegah dengan melakukan pemeriksaan air ketuban untuk memantau kematangan paru-paru janin.
Baca Juga : Obat Tradisional Diabetes Dengan Konsep Herbal

Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk menyelamatkan bayi dari risiko yang ditimbulkan akibat diabetes?
  • Pemeriksaan USG (ultrasonografi) pada usia kehamilan 16 dan 20 minggu.
  • Pemeriksaan serial setiap 2 minggu sejak kehamilan 34 minggu.
  • Pemeriksaan serial setiap minggu setelah kehamilan 36 minggu, berupa rekaman jantung janin (kardiotokografi), pemeriksaan janin dan fungsi plasenta (profil biofisik) dengan USG Doppler.
  • Mulai kehamilan 38 minggu dilakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosintesis) untuk menilai kematangan paru-paru janin.
__________________
Obat Diabetes Kering
hanifmaulana09 is offline   Reply With Quote
Sponsored Links