View Single Post
Old 17th August 2015, 10:02 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Utang Naik, Bukti Buruknya Pengelolaan Anggaran Negara

Quote:
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi utang pemerintah mengalami kenaikan. Kenaikan utang pemerintah tersebut dinilai akibat tidak produktifnya pengelolaan keuangan negara.

Pengamat ekonomi dari Indef Enny Sri Hartati mengatakan, sebenarnya jumlah utang negara tidak akan bertambah jika digunakan secara produktif. Dia menilai, penerapan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih buruk.

"Percuma kalau misalnya kita utang tapi anggaran tidak terserap. Kalaupun terserap kualitas buruk, misalnya pada alokasi yang tidak proporsional untuk pembiayaan yang bersifat tidak stimulus," ujar Enny saat dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (17/8/2015).

Problemnya, kata Enny, bukan mengapa pemerintah perlu utang, tapi bagaimana memanajemen utang itu sendiri. Jika tidak produktif, maka akan menimbulkan masalah terhadap kesinambungan negara.

"Produktivitas, ada pos-pos anggaran belanja pemerintah seperti untuk meningkatan fiskal APBN, minimal antara belanja rutin itu dikurangi dan porsinya bersifat tidak mengikat," ucapnya.

Kemudian, produktivitas tersebut untuk investasi pemerintah, bayar utang, porsi untuk belanja modal minimal dari utang, gaji pegawai, dan bersifat produktif untuk memberikan stimulus UMKM, sektor industri, membangun infrastruktur seperti energi, dan logistik.

"Itu porsinya rendah, APBN-P 2015 belanja modal sudah ditambah, persoalannya ini niat atau tidak. Percuma alokasinya ditambah tapi realisasinya cuma 15 persen, komitmen pemerintah memfokus membangun infrastruktur dan meningkatkan belanja modal, tapi realisasinya tidak ada, ya percuma," ungkapnya.

Sebelumnya, Kemenkeu mencatat realisasi utang pemerintah mengalami kenaikan pada akhir Juni ini. Kenaikan terjadi lantaran pinjaman ke luar negeri mengalami kenaikan.

Melansir data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, utang Indonesia mengalami kenaikan sekira Rp20 triliun. Adapun jumlah utang Indonesia pada akhir Juni tercatat sebesar Rp2.864 triliun, sementara pada April tercatat sebesar Rp2.843 triliun.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links