View Single Post
Old 24th August 2015, 08:23 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Saling-silang Rizal dan Rini soal Garuda

Quote:
JAKARTA - Untuk mengoptimalkan kinerja pemerintahannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk merombak jajaran kabinetnya. Setidaknya ada enam menteri di Kabinet Kerja yang mengalami perubahan.
Dalam daftar menteri baru, terdapat nama Rizal Ramli yang didapuk menggantikan Indroyono sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman. Alih-alih mencari menteri yang tepat, masyarakat malah dikejutkan dengan berbagai tingkah polah sang menteri.

Bagaimana tidak, baru satu hari dilantik, Rizal Ramli membuat pernyataan yang kontroversi. Rizal mengusulkan kepada Presiden agar mencegah rencana maskapai PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk membeli pesawat baru yakni Airbus tipe 350 sebanyak 30 pesawat. Rizal berdalih, pembelian pesawat ini hanya akan membuat Garuda mengalami kerugian.

“Minggu lalu saya ketemu Presiden Jokowi. Saya bilang, mas saya minta tolong layanan tolong diperhatikan. Saya tidak ingin Garuda bangkrut lagi, karena sebulan yang lalu beli pesawat dengan pinjaman USD44,5 miliar dari China Aviation Bank untuk beli pesawat airbus 350, 30 unit. Itu hanya cocok Jakarta-Amerika dan Jakarta-Eropa,” ungkap Rizal Ramli di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sontak pernyataan tersebut membuat geger masyarakat. Pasalnya sebagai Menko Maritim, Rizal tidak seharusnya mengintervensi Garuda yang notabene berada di bawah kendali Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tidak perlu menunggu lama, di hari yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno langsung mempertanyakan Rizal soal usulan pembatalan beli pesawat Garuda. Rini menanggapi hal tersebut dengan santai. Menurutnya, kinerja Kementerian BUMN ada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bukan di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

"Berdasarkan apa? Didasari apa bicara seperti itu? Karena kan kita melihatnya Garuda itu kan mengembangkan usahanya. Jadi dasar apa cancellation itu?," bantah Rini di Kementerian BUMN.

Bukan hanya Menteri Rini, akibat pernyataan terebut, Rizal pun mendapat teguran dari Presiden Jokowi. Sikap Presiden Jokowi kepada Rizal dijelaskan oleh tim komunikasi Presiden, Teten Masduki.

Teten bilang, Jokowi langsung menegur Rizal Ramli dengan meneleponnya secara langsung. Menurut Teten, Jokowi jika ada permasalahan di dalam pemerintahan maka Jokowi akan menyampaikannya secara internal. Hal ini penting dilakukan agar masyarakat tidak melihat adanya ketidakkompakan antar menteri.

"Bukan diumbar di media karena nanti masyarakat akan bingung," imbuh Teten.

Permintaan Rizal Ramli juga ditentang banyak pihak. Beberapa anggota DPR mengkritik pedas kelakuan dari Rizal Ramli. nggota DPR komisi VI Primus Yustisio menilai, seorang menteri, Rizal memang berhak mengingatkan, namun akan lebih relevan jika yang berbicara soal pembelian pesawat adalah Menteri BUMN.

Anggota Komisi VI DPR Nasril Bahar juga turut mengkritik. Menurutnya, komentarnya tersebut dinilai melewati batas batas koridornya sebagai Menko Maritim. Menurutnya, Garuda sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah kewenangan Kementerian BUMN dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR M Nizar Zahro mengatakan, Presiden Joko Widodo harus memanggil kedua menteri tersebut. Menurutnya kedua pernyataan tersebut

"Pendapatan kedua menteri ini bisa disatukan menjadi penyataan pemerintah. Artinya ini musti dirapatkan oleh intern pemerintahan, jadi harus diputuskan," tutur Nizar saat dihubungi Okezone, belum lama ini.

Sayangnya, usai menerima berbagai kritik pedas soal Garuda, hingga kini Rizal Ramli masih bungkam. Dia tak lagi banyak bicara soal usulan pembatalan pembelian pesawat Garuda. Dalam beberapa kesempatan, setiap ditanya mengenai Garuda, Rizal Ramli tidak memberikan jawaban.

"Saya No Comment. Kamu itu (para awak media) jangan serius-serius amat. Dibuat santai dulu lah," kata Rizal,usai melakukan Upacara Kemerdekaan ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links