View Single Post
Old 24th August 2015, 08:27 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Kritikan Pedas Rizal Ramli soal Megaproyek 35 Ribu Mw

Quote:
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli kembali membuat heboh pemerintahan, setelah mengomentari rencana PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk membeli pesawat baru, kini pria yang pernah menjabat Menteri Keuangan era 2001 kembali melontarkan kritik pedas terkait megaproyek listrik 35.000 megawatt (Mw). Menurutnya, target pembangunan mega proyek tersebut tidak realistis dan akan dievaluasi ulang olehnya.
Seakan menunjukkan keseriusan, Rizal Ramli mencari bantuan untuk mengagalkan proyek 35 ribu mw. Rizal mengaku akan meminta input dari Menteri ESDM dan Dewan Energi Nasional (DEN).

Dia menuturkan, dengan mendapatkan input mega proyek kelistrikan dari ESDM dan DEN akan menciptakan angka yang lebih realistis. Namun, dirinya masih belum bisa mengungkapkan angka tepat program tersebut setelah dievaluasi.

"Yang penting kita bisa capai target-target yang realistis," kata Rizal di Kantornya, Jakarta.

Tak pelak tindakan Rizal Ramli pun langsung mendapat serangan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Menurut JK, Rizal harus memahami terlebih dahulu persoalan yang ada sebelum menyampaikan kritikan.

Bagai jual beli serangan, Rizal Ramli pun kembali 'menyerang' JK. Rizal menantang JK agar berdebat di depan umum terkait proyek pembangkit listrik 35 ribu mw tersebut.

"Kalau mau paham, minta Pak Jusuf Kalla ketemu saya, kita diskusi di depan umum," tegas Rizal.

Mendengar tantangan tersebut, JK menegaskan tidak akan menghiraukan ajakan debat dari pembantunya tersebut. Menurut JK, Rizal Ramli hanya perlu dipanggil untuk menanyakan motif dari menantang debat tersebut.

"Masa Wapres debat dengan Menko-nya. Itu kan tidak etis, tak usah kita hiraukan yang gitu-gituan lah," tegas JK di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Aksi saling serang antara Wapres dan Menko tersebut sudah terdengar oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun Jokowi tidak mau menanggapi tantangan Rizal Ramli JK untuk berdebat di depan umum. Jokowi menjelaskan, yang terpenting saat ini adalah bekerja dan menyelesaikan masalah yang ada jika ada yang menghambat proyek pembangunan pembangkit listrik 35 ribu mw.

Jokowi bilang, pemerintah seharusnya mencari cara agar investasi di sektor ini dapat segera terwujud. Untuk mencari solusi dan menarik investasi adalah tugasnya para menteri terkait. Karena itu, lanjut Jokowi, dibutuhkan kerjasama yang baik, bukan justru mengadu argumen di muka umum.

"Itu tugasnya menteri, Menteri Koordinator (Bidang Maritim Rizal Ramli) carikan jalan keluar yang dihadapi investor. Misalnya, tanda tangan power purchasment aggrement (PPA) harus dicarikan PPA, izin pembebasan lahan apa, financial closing kayak apa. Oleh sebab itu, ya kalau mau target gampang 5 ribu mw pasti tercapai. Nah, saya enggak mau," tegas Jokowi lagi.

Kendati mendapat kritikan pedas dari Menkonya, Jokowi tidak akan merevisi program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw) dalam lima tahun ke depan. Jokowi beralasan, kebutuhan pembangunan pembangkit listrik 35 ribu mw adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi.

Jokowi menambahkan, jika pembangunan pembangkit listrik 35 ribu mw tidak tercapai, akan membuat semakin parah kondisi kelistrikan wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah perbatasan dan terpencil.

Terlebih saat ini, krisis listrik sudah terjadi di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Medan, Kalimantan yang sering padam (byarpet). Untuk itu, dia pun berjanji untuk turun tangan menangani proyek tersebut.

"Kalau enggak mencapai itu, setiap daerah komplain, akan byar pet-byar pet. Semua. Saya dorong biar selesai. Sampai urusan pembebasan lahan untuk turun tangan," tukas Jokowi.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links