View Single Post
Old 29th August 2015, 08:26 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Bisnis Jamur Tiram Beromzet Rp24 Juta per Bulan

Quote:
JAKARTA - Sebagian orang masih ragu untuk membanting stir kehidupannya dari dunia pekerja untuk mencicipi dunia usaha. Sebagian orang juga ragu untuk bergelut di dunia usaha karena tantangannya yang cukup banyak.

Seperti modal, sebagian orang yang ingin merasakan dunia usaha banyak yang terganjal pada sektor modal. Adapun, risiko gagal yang terlebih dahulu menghantui sebelum orang itu mencobanya.

Namun, ketakutan-ketakutan bergelut di dunia usaha berani ditakluki oleh Didik Pangarso, yang berhasil membudidayakan jamur tiram. Bermodal pinjaman dari PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sumatera Selatan (Sumsel), pria yang dikaruniai anak satu ini mampu mengantongi omset per bulannya sekira Rp24 juta.

Dia menjelaskan, pinjaman modal yang didapat dari perusahaan pelat merah itu sekaligus menjadi mitra binaan dalam program PKBL. Yang mana, perseroan menyediakan pinjaman awal dari Rp5 juta sampai Rp25 juta.

Mengenai syarat, Didik mengungkapkan, tidak rumit syarat yang harus dipenuhi bagi para masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman modal. Salah satunya adalah usaha yang digeluti maksimal beromzet Rp1 miliar dan sudah berdiri selama satu tahun.

Didik mengungkapkan, alasan dirinya memilih budidaya jamur tiram ini lantaran permintaan akan jamur di kota pempek ini sangat tinggi serta harga jualnya yang stabil.

"Sudah lima tahun harganya stabil, Rp20.000 per kg, kebutuhan Palembang sendiri sulit dipenuhi, potensinya masih tinggi," kata Didik, Palembang.

Didik menuturkan, setiap bulannya mampu memproduksi 30 kilogram (kg) sampai dengan 40 kg. Jika dikalkulasikan dengan harga jual jamur tiram yang sekira Rp20.000 per kg, maka omset per bulannya sekira Rp600 ribu sampai Rp800 ribu atau per bulannya sekira Rp24 juta.

Dia menceritakan, budidaya jamur tiram ini juga gampang-gampang sulit. Terutama pada media tanam (baglock) jamur itu sendiri. Dari awal, dirinya selalu membeli baglock dari kota Bandung, lantaran baglock di Palembang sendiri kadar produktivitasnya masih kecil, atau jauh dari permintaan akan jamur di Palembang.

"Saya sudah 5 tahun, karyawan saya satu, karena saya dibantu oleh istri juga," tambahnya.

Untuk peraawatannya sendiri, Didik mengungkapkan, budidaya jamur tiram ini hanya membutuhkan sifat rajin menyiram baglock atau media tanam jamur itu sendiri. Sebab, dalam kurun waktu lima bulan, satu baglock mampu memproduksi jamur empat kali.

Pria yang sebelumnya berusaha di sektor tambak udang ini juga mengaku lebih memilih usaha budidaya jamur tiram dibandingkan kembali lagi ke dunia usaha tambak udang.

"Karena tambak udang itu padat modal, pada teknologinya, kalau di jamur itu kan harganya 20.000 tidak turun harganya selama 5 tahun, mudah merawatnya hanya tinggal menyiram yang rajin," tandasnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links