View Single Post
Old 31st August 2015, 09:01 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Rupiah Masih Terhimpit Sentimen Negatif dari China & Amerika

Quote:
JAKARTA - Pelemahan Rupiah agaknya masih terus berlangsung, meskipun Rupiah sempat menguat pada pekan lalu. Hal tersebut dikarenakan ancaman kenaikan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed.

Terlebih lagi, pengamat pasar modal Farial Anwar memperkirakan, the Fed akan menggeser pengumunan kenaikan suku bunganya di akhir tahun. Bahkan banyak dari analis pasar yang juga memperikan hal yang sama.

"Karena dengan adanya devaluasi yuan kemarin, AS merasa tidak senang. Ini akan menghantam neraca perdagangan mereka, karena akan diserang barang-barang dari China," tutur Farial saat dihubungi Okezone, Senin (31/8/2015).

Menurutnya, pengunduran pengumuman kenaikan suku bunga the Fed merupakan kekhawatiran yang besar oleh seluruh pelaku pasar. Pasalnya dengan begitu akan terus memperpanjang penderitaan Rupiah karena tekanan spekulasi yang dilakukan pelaku pasar.

"Kalau ditunda lagi ketidakpastian akan semkin lama, Indonesia kena dampak karena dana asing bisaa masuk dan keluar kapan saja. Itu yang mengerakan karena spekulasi pelaku pasar," imbuhnya.

Dengan mempertimbangan kondisi tersebut, Farial memperkirakan Rupiah pada minggu depan akan bergerak di kisaran Rp13.950 - Rp14.100 per USD.

Hal senada juga disampaikan perkuat oleh Analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe. Menurutnya dengan diundurnya pengumuma the Fed rate makan akan semakin lama menekan Rupiah.

Sementara untuk sentimen devaluasi yuan, Kiswoyo memandang sudah tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap nilai mata uang Rupiah. Namun jika strategi pemerintah China tersebut belum berhasil mendongkrak neraca perdagangannya, maka diperkirakan devaluasi yuan akan kembali dilakukan.

"Kalau devaluasi yuan tidak berhasil, mungkin dua bulan setelahnya pemerintah China akan melakukan devaluasi lagi," katanya.

Kiswoyo juga memprediksi pergerakan Rupiah pada minggu depan masih terkoreksi. Dia memperkirakan, minggu depan Rupiah akan bergerak dikisara Rp13.800-Rp14.200 per USD.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links