View Single Post
Old 6th September 2015, 08:19 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Tidak Hanya Indonesia, Negara ASEAN pun Tak Siap Hadapi MEA

Quote:
JAKARTA - Gerbang pintu pasar bebas ASEAN untuk tenaga kerja, penerbangan, dan industri akan dimulai akhir Desember 2015. Siapa sangka, meski dibuka untuk ASEAN, nyatanya tidak ada negara ASEAN yang benar-benar siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Menurut Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati, mengatakan walaupun MEA akan diratifikasi, namun ajang tersebut masih untuk perdagangan. Pasalnya, tidak hanya Indonesia saja yang tidak siap negara ASEAN lainnya juga tidak siap sebenarnya.

"Walaupun perdagangan bebas itu pasti mempunyai implikasi yang akhirnya memikirkannya belakangan, apa lagi setelah ada kasus Uni Eropa, orang-orang Uni Eropa hingga saat ini tidak mengerti apa yang terjadi. Itu implikasi dari perdagangan bebas," ujar Enny, saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Menurut Enny, MEA tidak hanya berkaitan dengan sektor ekonomi saja, tapi ada juga perubahan di struktur sosial, budaya bahkan politik. Dia mencontohkan Swiss, yang sebelumnya menjadi negara teraman, namun saat ini negara tersebut terkontaminasi dengan adanya pencurian karena banyak warga asing yang singgah di sana.

"Kita tidak bisa bayangkan seperti Singapura yang bebas visa. Itu yang saya tidak yakin bahwa pemerintah sendiri pun sadar akan konsekuensi itu," ucapnya.

Selain itu, dia juga mengatakan pemerintah juga harus memperhatikan penerapan aturan bahasa Inggris. Pasalnya, jika bahasa Indonesia diatur di Undang-Undang (UU), maka tenaga kerja asing harus berkewajiban berbahasa Indonesia.

"Cuma kalau kita mengimplementasikan UU tersebut, kita juga harus mempersiapkan aturan bahasa Inggris," ungkapnya.

Oleh karenanya, dia mengatakan pemerintah juga harus mengadakan pendidikan bilingual atau minimal menguasai dua bahasa. Jika syarat tersebut diberlakukan ke negara lain, maka negara lain pasti ikut melakukan hal yang sama.

"Itu sebuah kajian yang komprehensif, ada kajian dari sisi sosial, budaya, dan ekonomi. Ke mana implikasinya, jangan sampai kita mengambil kebijakan yang cepat tetapi punya konsekuensi jangka panjang," tuturnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links