View Single Post
Old 8th September 2015, 11:26 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Daerah Hijau yang Diputihkan Pemprov DKI Jadi Mal dan Permukiman Mewah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebijakan penggusuran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama tidak dilandasi keadilan sosial. Ahok dituding hanya berani menggusur permukiman masyarakat miskin, tetapi tidak berani menertibkan permukiman mewah.

"Negara ini hanya berani di depan kaum miskin yang tidak berdaya," kata peneliti Ecosoc Sri Palupi dalam sebuah diskusi di Jalan Haji Agus Salim, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).

Mengutip data yang dirilis LBH Jakarta, sepanjang Januari hingga Agustus 2015, Pemprov DKI Jakarta sudah menggusur 13 permukiman dan membuat 3433 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.

Sampai akhir Juni 2003, total lahan untuk mal dan pusat perbelanjaan skala besar di Jakarta dan Detabek mencapai 1,51 juta meter persegi dan 334.000 atau 184, 4 hektare.

"Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mempermudah pengusaha swasta untuk menguasai lahan secara berlebihan. Ketimpangan penguasaan lahan telah mengakibatkan hak kaum miskin untuk mendapatkan perumahan murah juga tidak terjamin," terang dia.

Pada saat bersamaan, Pemprov tidak berani menggusur permukiman mewah yang berdiri di atas tanah negara yang berfungsi sebagai kawasan hutan lindung atau resapan.

"Mereka (pemerintah) memutihkan permukiman mewah dengan mengganti peraturan tata ruang dan tata wilayah. Tapi, harus dicek kembali, kenapa kawasan itu diputihkan. Mereka bayar berapa kepada Pemprov. Ini harus dicek lagi," tegas Palupi.

Menurut Palupi, seharusnya Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Ahok dapat bertindak adil. Ia menantang Ahok mengembalikan fungsi lahan dengan membongkar sejumlah permukiman, mal, termasuk rumah pribadi Ahok di Jakarta Utara.

Berikut sebagian daftar bangunan, yang menurut Sri Palupi, diputihkan. Padahal dahulunya menjadi daerah kawasan resapan atau hutan lindung.

Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan luas 1.288 hektare yang semula lahan resapan dan persawahan kini berubah menjadi:

1. Mal Kelapa Gading (tahun 2005 dengan luas 6 hektare)
2. Kelapa Gading Square (tahun 2003 dengan luas 12 hektare)

Kawasan Pantai Kapuk, Jakarta Utara, dengan luas 831 hektare. Semula lahan ini diperuntukkan untuk hutan lindung, kini berubah menjadi:

1. Permukiman elit Pantai Indah Kapuk
2. Perumahan Mutiara Indah (rumah Ahok)
3. Damai Indah Padang Golf PIK

Kawasan Sunter, Jakarta Utara, dengan luas 1.459 hektare. Semula lahan ini diperuntukkan untuk resapan air, kini berubah menjadi:.

1. Permukiman elit Sunter Agung
2. Pabrik perakitan otomotif seperti PT Astra Komponen, PT Astra Daihatsu, PT Denso Indonesia, dan PT Dunia Express Trasindo.

Kawasan hutan Kota Senayan, Jakarta Selatan, dengan luas lahan 279 hektare. Semula lahan ini diperuntukkan untuk fasilitas publik, kini berubah menjadi:

1. Hotel Mulia
2. Hotel Sultan
3. SPBU Semanggi
4. Senayan Residence Apartement
5. Hotel Century Atlet
6. Simprug Golf
7. Plaza Senayan

Kawasan hutan Kota Tomang dengan luas lahan 70 hektare. Semula ini untuk hutan kota, kini berubah menjadi:

1. Mal Taman Anggrek
2. Mediteranian Garden Residence I dan II.











http://news.metrotvnews.com/read/201...rmukiman-mewah
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links