View Single Post
Old 14th September 2015, 08:52 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Jurus "Rajawali Ngepret" Rizal Ramli Menyetrum PLN

Quote:
JAKARTA - Bak petir di siang bolong, Rizal Ramli kembali menggegerkan Indonesia. Dengan jurus 'Rajawali Ngepret', Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli membuat masyarakat ternganga.

Lagi-lagi komentar pedas lahir dari mulut Rizal Ramli. Lewat gayanya yang khas, secara gamblang dia menyebut ada Mafia Pulsa Listrik. Pernyataan ini pun langsung 'menyetrum' beberapa pihak, terutama PLN.

Rizal menuding adanya biaya (cost) terselubung yang dibebankan kepada konsumen dalam pembelian token listrik prabayar PLN. Untuk itu, Rizal meminta agar sistem dan biaya pembelian pulsa listrik prabayar diefisienkan, sehingga masyarakat tidak dirugikan.

"Di zaman dulu sampai sekarang rakyat itu diwajibkan pakai pulsa. Karena ada yang main monopoli di PLN masa lalu. Itu kejam sekali," sesumbar Rizal di kantornya.

Dia menilai ada yang tidak pas dengan hitung-hitungan biaya pulsa listrik. Untuk pulsa listrik dengan harga Rp100 ribu, yang diterima masyarakat hanya setara dengan Rp73 ribu. Sontak pernyataan Rizal itu membuat gerah para petinggi PLN. Sebagai satu-satunya perusahaan penyedia jasa listrik, PLN ogah dibilang bersekutu dengan mafia.

Rizal Ramli Sambangi Megawati
Hanya selang satu hari, Direktur Utama PLN Sofyan Basir langsung menepis pernyataan Rizal Ramli terkait keberadaaan mafia pulsa listrik.

Menurut Sofyan, maksud Rizal Ramli bukan lah mafia pulsa listrik, namun lebih kepada sistem administrasi pembelian pulsa listrik. Dirinya pun memberikan penjelasan.

“Di mana dalam pembelian pulsa listrik Rp120 ribu, masyarakat tidak beli sekaligus. Ada yang beli bertahap hingga empat kali, tiap kali beli sekira Rp30 ribu. Artinya ada tambahan biaya. Selanjutnya, orang ini beli lagi Rp30 ribu lagi, ada biaya lagi. Dan biaya tersebut yang bertambah,” ungkap Sofyan yang kala itu tengah melakukan rapat dengan Komisi VII DPR RI.

Isu panas ini pun sampai ke telinga Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Dalam kasus ini, JK justru menilai Rizal Ramli salah mengenai mafia pulsa listrik. JK menuturkan Rizal Ramli telah salah menilai, Pasalnya PLN sudah menyatakan bahwa tudingan dari Rizal Ramli tidak benar.

Di mana yang dimaksud Rizal Ramli Rp73 ribu melainkan 73 kwh (kilo watt per hour). Jika dikonversi ke rupiah sekitar Rp94 ribu dengan hitungan beban listrik rumah tangga 1.300 watt.

"Salah baca kali (Rizal Ramli)," ujar JK di Kantor Wakil Presiden Jalan Medan Merdeka.

Untuk mengklarifikasi masalah mafia pulsa listrik, Sofyan Basir mengaku akan menemui Rizal Ramli. Namun belum diketahui kapan pertemuan akan dilakukan.

"Jadi nanti mungkin kami akan duduk sama Pak Rizal membahas apa maksud mafia listrik ini. Tapi mudah-mudahan jangan seperti itu," imbuhnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links