View Single Post
Old 15th September 2015, 08:15 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Basuki Wacanakan Pembangunan 50.000 Unit Rusun

Jakarta - Untuk keperluan tempat penginapan para atlet dan official perhelatan Asian Games 2018 sekaligus menyediakan hunian yang layak bagi warga Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berwacana untuk membangun rumah susun (rusun). Baik rumah susun sederhana sewa (rusunawa) maupun rumah susun sederhana milik (rusunami).

Ditargetkan, hingga tahun 2017, sebelum pelaksanaan Asian Games, DKI sudah dapat membangun sebanyak 50 ribu unit hunian rusun.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Pemprov DKI mewacanakan tidak hanya akan membangun rusun untuk warga tidak mampu, tetapi juga akan membangun rusun untuk warga kelas menengah.

"Jadi targetnya itu kelas-kelas berdasi. Dia nggak mampu beli rumah di Jakarta, tapi dia beli rumah disekitar Jakarta, kerja di Jakarta. Hari kerja dia akan tinggal disitu sama keluarga, tapi akhir pekan dia akan kembali ke rumahnya. Jadi hari kerja tidak ada lagi puluhan ribu, jutaan mobil masuk ke Jakarta," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (15/9).

Dari rencana 50.000 unit hunian rusun, sekitar 12.000 atau sekitar 24 persen akan dibangun rusunami atau sekelas apartemen (flat) bagi kalangan menengah ke atas.

Beberapa hunian rusunami/flat yang akan dibangun, diantaranya di lahan Kemayoran yang akan dibangun Wisma Atlet sebanyak 7.200 unit huniat. Lalu, akan dibangun rusunami di Pasar Rumput dengan jumlah hunian sekitar 2.300 unit. Juga rusunami di Pasar Minggu dengan jumlah hunian 2.500 unit.

"Jadi ditengah-tengah kota ada rusun. Nanti di Blok G Tanah Abang juga ada berapa ratus. Di Grogol juga ada. Jadi nanti semua di pusat kota kita akan bangun banyak rusun seperti ini, tuturnya.

Menurut Basuki, Wacana pembangunan rusunawa dan rusunami di tengah kota, merupakan hasil kajian dari ahli perkotaan. Yang menyebutnya dengan teknik mengembalikan orang kota yang bekerja di kota (back to the city), tapi tersingkir keluar karena biaya rumah yang mahal.

"Jadi kita ajak kembali lagi sehingga ini akan menghemat biaya hidup dan waktu mereka. Dan pemerintah juga tidak perlu menyediakan banyak transportasi massal dari luar kota masuk ke dalam. Nah itu tekniknya seperti itu. Pokoknya, sampai 2017 akan kita usahakan bisa 50.000 unit rusun, jelasnya.














http://www.beritasatu.com/megapolita...nit-rusun.html
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links