View Single Post
Old 19th September 2015, 11:03 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default BaOng, Kaos Asli Bandung Pelestari Bahasa Sunda

Quote:
BANDUNG - Di tengah persaingan distro di Kota Bandung, Ahmad Wiguna (30) muncul dengan sesuatu yang beda pada 2008. Ia menciptakan produk kaos dengan merek BaOng yang merupakan kependekan dari kata Bandung Oblong.
Kaos produksinya mempunyai ciri khas yang menunjukkan Bandung banget. Tulisan berbahasa Sunda dan gambar yang jadi identitas Bandung dan Sunda jadi hal yang ditonjolkan. "Saya ingin ikut andil melestarikan bahasa dan budaya Sunda dengan cara berbeda," kata Ahmad, baru-baru ini.

Ia mengaku miris melihat banyaknya generasi muda yang mulai menanggalkan penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sesama orang Sunda kini banyak yang lebih memilih berbincang menggunakan bahasa Indonesia diselingi bahasa asing.

Lewat produknya, Ahmad mengajak publik untuk melestarikan bahasa Sunda secara tidak langsung. Ia ingin bahasa Sunda tak lagi gengsi untuk dipakai.

Kaos-kaos bertuliskan bahasa Sunda dan gambar yang mencerminkan ciri khas Bandung pun diharapkan jadi pemancing agar publik bangga dengan bahasa Sunda dan kotanya.

Tapi bahasa Sunda yang dipakai untuk desain kaosnya dibumbui agak nyeleneh agar menarik untuk dipakai. Dalam saat bersamaan, ia juga memuat kritik sosial dalam desain kaosnya.

Salah satu desain kaosnya adalah bergambar Superman berpeci yang diplesetkan menjadi 'Saritem is Dead. Hayu urang tobat euy!!!". Selanjutnya ada "Awas!!! Motor Sulap Selip Susulapan Gegeberan Sajajalan" yang berarti imbauan untuk hati-hati karena banyak motor ngebut di jalanan.

Ada juga plesetan Yahoo, Google, dan Path. Sejumlah tokoh kartun pun tak luput diplesetkan dan dibumbui bahasa Sunda, di antaranya Doraemon menjadi Dordar Eman dan Angry Bird jadi Ah Ribet. Beberapa tokoh yang identik dengan Sunda dan Bandung juga dibuat jadi desain kaos seperti Kang Ibing, penyanyi Darso, hingga tokoh wayang Cepot.

Soal ide gambar atau tulisan pada kaosnya, Ahmad mengaku kebanyakan berasal dari celetukan dalam obrolan sehari-hari. Obrolan atau kalimat-kalimat yang dianggap biasa saja menurutnya bisa dikemas menjadi sesuatu yang menarik untuk ditampilkan dalam kaos.

Pengalaman pribadi pun tak luput menjadi inspirasi. "Misalnya saya pernah naik motor di jalan kena asap bus Damri yang ngebul. Itu dibikin jadi desain juga," jelas Ahmad.

Kaos BaOng sendiri dijual di Jalan Cibaduyut, Jalan Cihampelas, dan Cihampelas Walk. Butuh perjuangan panjang yang dilakukan Ahmad agar produknya bisa seperti sekarang. Bahkan di awal perjuangannya, Ahmad memulai usahanya dengan toko yang kecil di sebuah gang di Jalan Cibaduyut.

Jika dulu hanya hitungan beberapa lusin kaos yang diproduksi, kini jumlahnya pun cukup besar. "Alhamdulillah sekarang rata-rata per bulan kita memproduksi 2.000 kaos. Dulu hanya punya satu store, sekarang sudah ada tiga store," ungkapnya.

Untuk harga yang ditawarkan pun relatif murah dibandingkan dengan kaos yang dijual di distro. Jika kaos distro pada umumnya dijual dikisaran Rp120 ribuan, kaos BaOng dijual Rp90 ribu. "Tapi kita mengedepankan kualitas yang tidak kalah dari kaos distro," tandas Ahmad.

Disinggung kemungkinan membuka cabang BaOng di luar Bandung, ia mengaku sejauh ini ogah melakukannya. Ia justru ingin membuat kaos produksinya bersifat eksklusif. Tawaran dan permintaan membuka cabang di luar Bandung pun sudah ada, tapi ia menolaknya. Ia ingin BaOng hanya ada di Bandung.

"Saya inginnya BaOng ini identik dengan Bandung. Artinya kalau orang ingin beli kaos ini ya harus ke Bandung belinya," pungkasnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links