View Single Post
Old 5th October 2015, 10:57 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Menanti Proyek Prestisius Kereta Api Cepat Made in China

Quote:
JAKARTA - Dua proposal kereta cepat dari Jepang dan China ditolak mentah-mentah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Proyek kereta cepat ini hampir batal lantaran negara tak mau keluar seperak pun dana dari APBN.
Usai proposal tersebut ditolak Jokowi memutuskan agar proyek ini tetap berjalan namun dilakukan secara business to business, Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tetap dibangun dengan persyaratan tertentu. Agar proyek prestisius ini tetap berjalan, maka pemerintah mencari jalan tengah. Rini menegaskan, pembangunan kereta cepat tersebut tidak sama sekali menggunakan dana, jaminan, dan PMN pemerintah.

Bersamaan dengan itu, kereta cepat Jakarta-Bandung jaraknya yang hanya 150 kilometer (km) pun ternyata tidak bisa menggunakan kereta kecepatan level tinggi namun kecepatan level medium. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengklaim, dengan adanya kereta ini, maka waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi 46 menit. Di sisi lain, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ini bisa mendorong pembangunan kota-kota baru di sepanjang jalur tersebut.

Untuk mewujudkan impian tersebut, ‘sayembara’ pun digelar. Awalnya, ada sejumlah negara yang berminat menggarap proyek ini. Namun mengkerucut menjadi dua negara yang kemudian menjadi kandidat dalam proyek kereta cepat ini, yakni Jepang dan China.

Pengkajian pun dilakukan, proposal milik China yang diklaim lebih menggiurkan memenangi pertarungan tersebut. China dianggap memenuhi spesifikasi atau persyaratan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia, dengan tidak adanya jaminan pemerintah, menggunakan APBN dan menggunakan PMN. Sementara Jepang, meminta adanya jaminan pemerintah dan pembiayaan melalui pemerintah sehingga menggunakan APBN.

Akan tetapi, yang patut diwaspadai adalah kualitas dari kereta cepat yang dibangun oleh China. Pasalnya, perusahaan listrik BUMN asal China Huadian Hongkong Company Limited, Zhow Lung Jun, Geng ke Cheng, Local Partner China Hudian Janto Soetanto, dan Dening Yao, pernah gagal memenuhi pembangunan Proyek pembangkit listrik yang masuk dalam program Fast Track Program (FTP) tahap I sebesar 10.000 megawatt (MW). Dalam proyek FTP tahap I tersebut, yang terselesaikan hanya sekitar 8.500 megawatt (MW), sementara sisanya diharapkan akan tuntas 2016. Namun, banyak hasil dari proyek tersebut dinilai yang tidak maksimal.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, dari seluruh program itu hanya memberikan liability 55-60 persen. Akibatnya, Jokowi pun menyindir pemerintah China lantaran pekerjaan dari perusahaan China kurang baik mutunya.

Sudirman mengatakan, Pemerintah China melalui duta besarnya di Indonesia pun menanggapi dengan baik dan menyatakan kesanggupannya untuk memperbaiki kembali proyek FTP tahap I. Menurut dia, proses perbaikannya dilakukan dengan cara buyback seluruh proyek dan setelah diperbaiki, selanjutnya akan disewakan kembali (lease back) kepada PT PLN (Persero).

Selain pembangkit listrik, produk China lainnya yang dianggap gagal adalah bus TransJakarta. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, mengaku heran dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang membeli Bus TransJakarta dari China. Padahal masyarakat sudah mengetahui mutu bus tersebut kurang bagus.

Lantas, apakah proyek kereta cepat ini akan menjadi proyek prestisius, ataukah akan menjadi produk gagal yang mutunya minim? Tentunya publik berharap yang terbaik.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links