View Single Post
Old 5th October 2015, 11:01 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Bos Alibaba: AS Stop Khawatirkan Ekonomi China

Quote:
JAKARTA Miliarder e-commerce asal China Alibaba, Jack Ma menyatakan, Amerika Serikat (AS) harus berhenti mengkhawatirkan tentang China. Menurut Ma, seharusnya AS mengkhawatirkan negara mereka sendiri.

"Anda orang Amerika terlalu khawatir tentang ekonomi China," kata Ma pada pertemuan tahunan Clinton Global Initiative seperti dilansir dari laman CNBC.

Pemilik sekaligus CEO Alibaba itu menyebutkan, tingkat suku bunga tabungan dan transisi mendatang kepada konsumen yang memimpin ekonomi China bisa menghadang perlambatan ekonomi yang terjadi di global. Dia memperkirakan, pengamat China biasanya mendapatkan sebuah perkiraan yang salah di masa mendatang.

"Setiap kali Anda berpikir China adalah masalah, kita mendapatkan yang lebih baik. Tetapi ketika Anda memiliki harapan yang tinggi untuk China, China selalu menjadi sebuah masalah," terang Ma.

Ma memaparkan, kendati perlambatan yang terjadi di dalam negeri menjadi hal yang paling banyak dibahas saat ini, namun China memiliki kualitas yang AS tidak miliki, yakni China bisa melewati ekonomi melalui masa-masa sulit.

"Orang-orang mengatakan 'Yah kau tahu ekonomi buruk, jadi konsumsi China akan rendah. Tidak, sama sekali berbeda," ungkap Ma.

"Anda orang Amerika suka menghabiskan uang tabungan di masa depan, dan bahkan mungkin uang milik orang lain. Kami, orang China cinta untuk menghemat uang dan menabung," tambah dia.

Ma menambahkan, konsumen China merupakan satu dari penabung terbesar di dunia. Bahkan faktanya, Bank Dunia memberikan peringkat nomor empat di antara daerah China dalam hal penghematan bruto senilai persentase dari PDB sebesar 50 persen pada 2013.

Dengan demikian, China menduduki posisi di belakang Kuwait, Bermuda dan wilayah administratif China sendiri, yakni Makau. Sementara itu, AS, hanya memiliki tabungan bruto sekitar 18 persen dari PDB pada 2013. Di bawah Kolombia dan di atas Namibia.

"Kami sudah miskin selama bertahun-tahun. Ketika kami mendapatkan uang, kita meletakkannya di bank karena suatu hari nanti kami tahu bencana itu datang, sehingga kami bisa mengeluarkan uang," kata Ma.

"Ketika ekonomi buruk, kita masih memiliki uang untuk dibelanjakan, beda halnya dengan kalian mungkin tidak, harusnya Anda yang khawatir," lanjutnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, papar Ma, pemerintah China telah membantu meningkatkan perekonomian, namun kekuatan pendorong dalam ekonomi konsumen kemungkinan akan datang dari para pengusaha.

"Pemerintah China begitu kuat dalam hal investasi, begitu kuat pada ekspor, tapi mereka terlalu lemah pada konsumsi domestik," ujarnya.

Dia menambahkan, saatnya sektor swasta untuk bersinar. "Dalam 20 tahun terakhir, pemerintah begitu kuat, sekarang mereka menjadi melemah. Ini kesempatan kami, ini waktunya kami menunjukkan (showtime) untuk dilihat. Bagaimana kita dapat mengembangkan konsumsi yang nyata di sini," terang dia.

Beberapa pengamat pasar telah menyuarakan keprihatinan tentang kemampuan Beijing untuk menavigasi transisi ekonomi ini, dan jika jatuhnya ekspor China bisa menjadi pendaratan yang halus (soft landing) bagi bangsa.

Untuk bagian pengusaha seperti dirinya, Ma mengemukakan, dirinya melihat lebih dari sebuah keterbalikan untuk transformasi ekonomi ini.

"Ketika kami ekspor, kami memiliki langit yang mengerikan, kami memiliki air yang mengerikan, kami memiliki lingkungan yang mengerikan. Ketika kami mulai mengimpor kita menjadi lebih baik. Jadi, itu semua kesempatan besar, guys, bersenang lah akan tentang itu," tandasnya.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links