View Single Post
Old 17th November 2015, 10:42 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Astra akan Ekspansi Proyek Infrastruktur Rp 2 T

Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) melalui anak usahanya, PT Astratel Nusantara, menyiapkan dana sekitar Rp 1,5-2 triliun untuk melanjutkan ekspansi jalan tol tahun depan.

Selain itu, Astra melalui anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR), membidik tender proyek pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang di Sumetera Selatan berkapasitas 2x300 megawatt (MW).

Direktur Astra International Paulus Bambang Widjanarko mengatakan, anggaran ekspansi Astratel untuk melanjutkan pengerjaan empat ruas tol pada tahun depan diperkirakan sama dengan tahun ini. Seluruh dana berasal dari kas internal Grup Astra. Seiring itu, perseroan juga melihat peluang tender jalan tol baru, terutama di Jawa.

“Selain jalan tol, Astratel juga ekspansi di Pelabuhan Eastkal. Kami akan konversi pelabuhan ini jadi pusat logistik berikat (PLB). Nilai investasi PLB ini tidak begitu besar, karena persiapannya hanya sistem teknologi informasi (TI),” jelas Bambang, usai RUPSLB di Jakarta, Senin (16/11).

Paulus mengatakan, PT Pelabuhan Penajam Buana Taka sebagai pengelola Eastkal diharapkan siap menjadi PLB pada kuartal I-2016. Perseroan berharap dapat ditunjuk oleh pemerintah sebagai PLB di Kalimantan Timur.

Untuk di jalan tol, Astratel memiliki 79,31% saham ruas Tangerang - Merak sepanjang 72,45 km melalui PT Marga Mandalasakti. Ruas tol tersebut telah beroperasi 100%. Kedua, PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI), dengan kepemilikan 95% yang mengelola ruas tol Jombang – Mojokerto sepanjang 40,5 km.

Ketiga, PT Marga Trans Nusantara (MTN) dengan kepemilikan 40% ruas Serpong – Kunciran sepanjang 11,25 km. Keempat, Astratel memiliki 25% saham PT Trans Marga Jateng (TMJ), operator yang memiliki dan mengelola ruas tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 km.

“Dalam beberapa proyek tol tersebut ada yang masih dilakukan pembebasan lahan. Misalnya, pada MTN. Kalau urusan pembebasan lahan ini juga tergantung dari pemerintah,” jelas Paulus.

Pada kesempatan sama, Direktur Astra International Djoko Pranoto menerangkan, pihaknya berencana menjajaki sejumlah tender PLTU mulut tambang guna disinergikan dengan bisnis batubara United Tractors. PLTU yan diincar tersebut adalah Sumsel I, Sumsel 9 dan Sumsel 10.

“Sejauh ini, kami terus pelajari sebelum masuk ke PLTU. Dari tiga PLTU tesebut yang paling prospektif itu Sumsel I dengan kapasitas 2x300 MW,” jelas dia.

Menurut Djoko, pihaknya terbuka untuk mengganden investor asing yang berminat masuk ke PLTU tersebut. Perseroan memperkirakan pemerintah bakal menggelar tender proyek tersebut pada awal tahun depan.

Djoko menambahkan, salah satu syarat untuk mengikuti PLTU mulut tambang adalah memiliki tambang batubara di area tersebut. Karena itu, perseroan berencana mengakuisisi tambang sekitar sumsel I atau bekerjasama dengan pemilik tambang pada area tersebut.

Sementara itu, Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, di luar bisnis-bisnis baru, sektor otomotif yang menjadi bisnis utama perseroan bakal menghadapi tantangan yang berat pada tahun depan. Selain otomotif, bisnis komoditas kelapa sawit juga tengah menurun disebabkan harga komoditas yang anjlok.

Prijono memperkirakan, kinerja perseroan akan melambat sepanjang 2015. Sementara itu, penjualan otomotif diprediksi masih sama dengan tahun ini. Guna mempertahankan pangsa pasar, perseroan tetap berencana meluncurkan produk otomotif teranyar tahun depan. Perseroan berusaha menjaga pangsa pasar sekitar 50% pada roda empat dan 69% pada roda dua.















http://www.beritasatu.com/pasar-moda...ur-rp-2-t.html
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links