View Single Post
Old 20th December 2015, 12:43 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Pembangunan PLTU Terhambat Pembebasan Tanah

Metrotvnews.com, Jayapura: Manajemen PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) XIV 14 Maluku-Papua Hendrison Lumban Raja mengungkapkan proses operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekam, Jayapura, masih terhambat pembebasan tanah di 12 titik jaringan.

"Kita mengalami keterlambatan sehingga sekarang ini ada beberapa proyek kita yang belum bisa beroperasi karena belum bebasnya beberapa tanah. Kami mengalami itu dari Holtekam ke Jayapura, dari tower 38 hingga 40," ujarnya sebagaimana dikutip dari Antara di Jayapura, Minggu (20/12/2015).

Karenanya ia pun meminta dukungan dari semua pihak agar proses pembebasan lahan bisa cepat dilakukan karena kini kondisi suplai listrik di Jayapura sedang mengalami defisit satu megawatt (mw).

"Dalam pembangunan infrastruktur kami membutuhkan dukungan dari semua pihak, baik dari Pemda hingga masyarakat sehingga dalam pembebasan tanah kami bisa melaksanakan dengan cepat," ucapnya.

"Kami belum bisa bekerja disana karena masih ada hambatan dari masyarakat. Melalui ini kami memohon masyarakat untuk mengikhlaskan tanahnya agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikkan di Papua dan listrik bisa lebih handal lagi," sambungnya.

Hendrison menjelaskan, pembangunan yang sedang dilakukan adalah untuk kepentingan masyarakat agar daerahnya bisa lebih maju, karenanya ia pun berharap agar warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan tidak melakukan tindakkan yang justru menghambat proses pembangunan.

"Karena unit ini belum bisa beroperasi, kapasitas lebih terbatas karena pemakaian daya selalu tumbuh. pertumbuhan permintaan itu yang kita antisipasi dengan pembangunan pembangkit yang baru, tapi kami mengalami kendala dalam pembangunan pembangkit yang baru, masyarakat masih sering melakukan pemalangan yang menghalangi pembangunan itu sendiri," kata dia.

Sebelumnya, Manajemen PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B) mengungkapkan, mendekati natal, Jayapura masih mengalami defisit suplai listrik sebesar 1 mw.

"Sekarang kemampuan daya kita dari PLTD hampir 65 mw, nanti ditambah lagi dari PLTA ada sekitar 8 mw jadi total ada 73 mw. Beban puncak mencapai 74 mw," ujar Edison Rajagukguk, Manager Bidang Teknik PLN WP2B.














http://ekonomi.metrotvnews.com/read/...mbebasan-tanah
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links