View Single Post
Old 20th December 2015, 12:48 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Pembangunan Apartemen di Bogor Resahkan Warga

Bogor- Proses pembangunan Apartemen Botanical Residence yang berlokasi di sekitar permukiman warga RT 01/RW 04 Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat kembali menuai protes. Pasalnya, dampak pembangunan apartemen tersebut telah merusak sejumlah rumah warga. Selain pembebasan lahan warga yang belum tuntas, pembangunan tersebut dinilai menyalahi aturan, mendirikan bangunan bisnis di tengah permukiman warga.

“Pembangunan tersebut merupakan alih fungsi lahan, karena dibangun di tengah permukiman warga. Awalnya pihak pengembang, PT Laksana Eka Marga menyatakan pada warga hendak membangun rumah kos-kosan. Namun entah mengapa berkembang menjadi apartemen. Mereka terus membeli rumah dan lahan warga. Namun imbasnya kini kami merasa resah dengan pembangunan tersebut,” ungkap H Lumban Tobing, perwakilan warga pada SP, Rabu (16/12).

Pada medio 2014, sambungnya, pembangunan terhenti karena protes warga, namun anehnya sejak tiga bulan terakhir ini pembangunan apartemen kembali dilanjutkan. “Kami sudah mengajukan surat permohonan pada Wali Kota Bima Arya untuk bertemu membahas masalah ini namun hingga kini belum ada tanggapan,” kata Tobing.

Menurut Tobing, kegiatan pembangunan dengan peralatan genset, pemasangan tiang pancang dan pelubangan menggunakan paku bumi telah membuat warga terganggu. “Kegiatan pembangunan apartemen mengakibatkan sejumlah bangunan dan rumah warga rusak dan longsor, turap menjadi jebol, ini akan membahayakan warga apalagi saat musim hujan,” ujarnya, sembari memperlihatkan sejumlah bangunan yang rusak.

Bunyi mesin genset di malam hari, kata Tobing, membuat warga terganggu. “Pihak pengembang memang membeli bangunan dan rumah warga untuk perluasan areal, tapi kini kondisinya menjadi gelap dan berantakan,” sesalnya.
Dalam pertemuan awal di kantor kelurahan, lanjutnya, sudah banyak warga yang menolak. “Maka kalau izin itu keluar, kami pertanyakan. Kami juga sudah mengirim surat secara online pada Kementerian Agraria dan Direktorat Tata Ruang agar ditertibkan,” tandasnya.

Saat ditemui di ruang kerjanya di Bogor, pihak pengembang yang diwakili Humas dan Legal Officer, Haris Kristanto membantah tudingan tersebut. “Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah kami dapatkan sejak Oktober 2014, dan tidak ada permasalahan dengan warga. Kami juga sudah sepakat dengan Ketua RW dan RT, kegiatan pembangunan dilakukan malam hari supaya tidak menganggu aktivitas warga,” kata Haris.

Dia mengakui, pembangunan sempat membuat bangunan warga menjadi retak. “Namun itu sudah kami perbaiki dan tidak ada masalah lagi,” katanya. Dijelaskan, awalnya areal bakal apartemen merupakan lahan berstatus milik individu dengan luas 3.000 meter persegi.

Namun dalam perkembangannya, terjadi perluasan hingga mencapai satu hektare. Perluasan areal untuk lahan bisnis didapat dengan membeli rumah warga. “Nantinya akan dibangun apartemen dengan tinggi 18 lantai dan 500 unit yang akan selesai pada 2017. Syarat koefisien dasar bangunan (KDB) dengan 40 persen untuk ruang terbuka hijau dan parkir akan kami penuhi,” ucapnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Suharto menyatakan, ada tiga syarat untuk bisa mendirikan bangunan komersial yakni harus memenuhi syarat analisa mengenai dampak lingkungan (amdal), amdal lalu lintas, dan amdal dampak sosial. “Bila ketiga syarat itu terpenuhi, pembangunan bisa dilakukan,” terangnya.

Kurang dari lima tahun terakhir, apartemen memang bermunculan di Bogor. Di Jl Soleh Iskandar, salah satu jalan utama, ada dua apartemen, yaitu Apartemen Bogor Icon dan Bogor Valley. Ada pula Dramaga Tower Apartment, Bogor Mansion Apartment, Apartemen Grand Park City Pakuan, dan Apartemen Grand Yasmin Square.














http://www.beritasatu.com/ekonomi/33...kan-warga.html
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links