View Single Post
Old 24th December 2015, 06:17 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default DKI Bangun 60 RPTRA untuk Soroti Kekerasan Perempuan dan Anak

Jakarta - Memperingati Hari Ibu ke-87 yang jatuh pada Selasa (22/12) ini, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyoroti masih banyaknya kekerasan yang terjadi kepada Ibu dan anak.

Oleh karena itu, Pemprov DKI sudah menyiasatinya dengan membangun banyak Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sebanyak 60 tempat untuk tahun 2015. Rencananya di tahun depan RPTRA ditambah sebanyak 150.

RPTRA sendiri dibangun untuk masyarakat di lingkungan agar bisa mengenal satu sama lain, sehingga keharmonisan terjaga dan permasalahan kekeluargaan yang dihadapi juga bisa terselesaikan dengan saling bertukarpikiran.

"Kita buat RPTRA. RPTRA ramah anak dari janin sampa lansia. Jadi RT dan RW harus betul-betul memperhatikan. Sesama warga harus saling memperhatikan juga," ujar Basuki usai menjadi Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Ibu ke-87 di Lapangan IRTI, Jakarta Pusat, Selasa (22/12).

Dari banyak RPTRA yang sudah dibangun, Basuki menyebutkan jika keberadaannya sangat bermanfaat. Terbukti masyarakat pun meminta Pemprov DKI untuk terus menambah pembangunan RPTRA. Pihaknya akan terus membeli tanah untuk membangun RPTRA tersebut mengingat masyarakat membutuhkannya.

"Karena ini benar-benar suatu tempat berkumpul saling berbagi dan memperhatikan," katanya.

Sementara itu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melalui sambutannya yang dibacakan oleh Basuki menyampaikan, peringatan Hari Ibu telah melahirkan semangat untuk mewujudkan persamaan peran dan kedeudukannya dengan laki-laki.

"Fakta di lapangan menunjukkan, banyaknya berbagai bentuk kekerasan serta kompleksitas masalah sosial harus diatasi dengan ketahanan keluarga," katanya.

Saat ini, 80% perempuan dan anak di Indonesia masih rentan dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan diskrimnatif lainnya.

Oleh karena itu, tema hari Ibu tahun ini, yakni "Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak" bisa memberikan kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perempuan.

Di peringatan Hari Ibu, Basuki juga mengaku tidak memiliki ritual khusus untuk itu. Menurutnya, Hari Ibu hanya sebagai peringatan supaya generasi muda tetap ingat.

"Setiap hari adalah Hari Ibu. Kalau saya setiap hari telepon Ibu, ngomong sama Ibu. Bukan cuma pas Hari Ibu. Kami tidak ada tradisi ngucapin," katanya.














http://www.beritasatu.com/pelayanan-...-dan-anak.html
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links