View Single Post
Old 24th December 2015, 06:37 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Tak Sepakat Pembangunan Bandara, Kepala Dusun Lepas Jabatan

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Kepala Dusun Sidorejo, Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sutrisno mengundurkan diri karena proyek pembangunan bandara baru di kecamatan tersebut. Dalam surat pengunduran dirinya, Sutrisno menyebut megaproyek itu tak sesuai hati nuraninya.

Kepala Desa Glagah, Agus Parmono membenarkan pengunduran diri Sutrisno. Ia mengungkapkan, Sutrisno resmi mengajukan pengunduran diri pada 16 Desember silam. Kemudian, pada Jumat 18 Desember 2015, Agus baru mengajukan rekomendasi pengunduran diri Sutrisno ke kantor Kecamatan Temon.

"Saya sudah mengajukan pengunduran diri yang bersangkutan (Sutrisno) ke Pak Camat. Statusnya sekarang masih menunggu keputusan dari kecamatan," kata Agus saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (22/12/2015).

Dalam surat pengunduran dirinya, Sutrisno mengaku keberatan untuk melaksanakan tugas pengukuran lahan proyek pembangunan bandara. Sutrisno, kata Agus, hanya bersedia menunjukkan lokasi tanah yang akan diukur.

"Yang bersangkutan tidak bersedia mengurus surat-surat atau menyerahkan sesuatu kepada kepala desa yang menugaskannya," ungkapnya.

Dalam surat itu, Sutrisno juga menuliskan tugas yang diberikan kepala desa tidak sesuai dengan hati nurani. Selain itu, kepala desa juga dianggap tidak mau menerima masukan Sutrisno.

"Bilangnya dalam surat, tugas yang diberikan kepala desa bertentangan hati sanubari. Ya, untuk mundur atau tidak, itu hak pribadinya. Saya mengatakan begitu," ujar Agus.

Agus menambahkan, pengukuran lahan sampai saat ini masih terus berlangsung. Tim pengukur masih dalam proses pencocokan surat-surat tanah warga yang terdampak rencana pembangunan bandara di Balai Desa Glagah. "Termasuk dokumen seperti KTP dan surat tanah ahli warisnya," tuturnya.

Bandara di Kecamatan Temon itu merupakan bandara baru Yogyakarta. Dari pusat kota, jaraknya sekitar sekitar 30 km. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3.600 meter. Bandara ini disebut-sebut mampu melayani 30 juta penumpang per tahun.

Namun, rencana pembangunan itu sempat mendapat penolakan dari warga. Bahkan warga menempuh jalur hukum, meski akhirnya kalah di tingkat Mahkamah Agung. Warga penolak juga sempat melakukan aksi mogok makan.

Tetapi, pemerintah menargetkan pengukuran lahan rampung pada akhir Desember 2015. Sedangkan pembebasan lahan ditarget selesai pada September 2016.














http://jateng.metrotvnews.com/read/2...sun-lepas-jaba
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links