View Single Post
Old 11th January 2016, 05:48 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Warga Bantaran Waduk Pluit Minta Pembangunan Rusunawa Dikebut

Jakarta - ‎Puluhan warga RW 17, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang rumahnya berada di bantaran Waduk Pluit meminta Pemprov DKI Jakarta untuk secepatnya menyelesaikan pembangunan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) yang akan menjadi tempat tinggal mereka bila terjadi penertiban.

Kondisi cuaca yang akan segera memasuki musim penghujan dan posisi bangunan rumah mereka yang berada persis di pinggir bantaran Kali Gendong Waduk Pluit membuat warga khawatir bila sewaktu-waktu terjadi longsor dan mencelakai keluarga mereka.

Salah satunya yakni Dahlia (35), ibu tiga anak, yang ingin pemerintah segera merelokasi mereka ke rusunawa yang jauh lebih aman dibandingkan dengan tempat tinggal yang ia tempati saat ini.

"Samping rumah saya sudah pada kena gusur, tinggal saya dan beberapa orang tetangga yang di bagian sudut ini yang belum dipindahkan, soalnya kata Camat unit rusunawa sudah pada penuh semua," kata Dahlia, Rabu (16/12).

Ia berharap agar dirinya kelak ‎diberikan Rusunawa yang saat ini sedang dibangun di Kelurahan Semper Barat dan tidak ditempatkan di lokasi rusunawa lainnya agar memudahkan dirinya untuk menjangkau tempat tinggal keluarganya.

‎"Keluarga saya ada yang rumahnya dekat Semper itu, apalagi dengar-dengar di Muara Baru dan Marunda sudah pada penuh semua, jadi semoga saja nanti bisa dipindahkan di Rusun yang ada di Semper Barat itu," tambahnya.

Namun demikian, ia meminta Pemprov DKI melalui instansi terkait untuk semakin memperketat proses seleksi siapa yang berhak menempati Rusunawa serta menindak tegas pelaku alih kepemilikan dan jual beli rusun yang selama ini marak terjadi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Sutimin (40), warga yang tinggal di penampang basah Waduk Pluit. Dia mengaku tidak masalah apabila dirinya ditempatkan di Rusunawa Semper Barat meski jauh dari lokasi mata pencahariannya sebagai buruh nelayan di Pelabuhan Muara ‎Angke.

"Selama dekat dengan laut gak masalah mau dipindahin ke Rusunawa yang manapun, soalnya kerjaan kita kan nggak jauh-jauh dari laut," katanya.

Ia juga meminta pembangunan Rusunawa di Kelurahan Semper Barat itu segera dirampungkan namun tetap mengutamakan kualitas material bangunan dan kelayakan luas dari masing-masing unit Rusunawa, serta fasilitas pendukung lainnya seperti ketersediaan air bersih dan tempat sampah.

"Soalnya selama ini yang saya dengar dari tetangga yang sudah pindah ke rusun, pasti ada masalah ‎airnya nggak lancarlah, terus banyak sampah yang nggak keangkut petugas, pokoknya lebih banyak yang jelek-jeleknya dibanding yang positifnya tentang rusunawa," ungkap Sutimin.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta, Ika Lestari Aji, mengatakan Rusunawa Semper Barat saat ini masih jauh dari kata rampung karena tahap konstruksi masih di bawah 50%.

"Rusunawa yang ada di Semper Barat itu masih kita bangun struktur pondasi dan konstruksinya juga masih belum selesai seluruhnya, rencananya baru tahun 2016 akan dilengkapi dengan bagian kelistrikan dan rencana lebih detail penataan ruang dari ‎arsitek," kata Ika.

Menurut Ika, Rusunawa Semper Barat akan dibangun dengan ketinggian 16 lantai yang memiliki total jumlah 270 unit kamar rusunawa untuk satu buah tower.

"Detail ukuran ruangan‎ dan bagian-bagian dari ruangan belum bisa kita sebutkan, namun kita pastikan sangat layak untuk dihuni oleh warga dibandingkan tempat tinggal mereka saat ini di Waduk Pluit," tambah Ika.

‎Lebih lanjut, ia mengungkapkan saat ini baru satu tower yang dibangun, dan itupun baru rampung pengerjaan di lantai ke-9, sedangkan lantai 10 hingga lantai 16 masih dalam proses konstruksi.

"Memang pembangunan Rusunawa Semper Barat ini agak terhambat karena masalah anggaran, tapi kita jamin pada tahun 2016 kita pastikan bisa segera rampung," ‎tegas Ika.

Ia menjelaskan setiap lantai dari unit Rusunawa akan terdiri dari 20 unit Rusun‎, dan Rusunawa Semper Barat juga akan dilengkapi dengan Paud, sarana umum, dan tempat usaha lainnya.

"Untuk lantai tiga s‎ampai Lantai 16 itu nanti akan dipergunakan untuk hunian warga, sedangkan lantai dasar dan lantai dua akan dijadikan sebagai tempat komersil," tambah Ika.















http://www.beritasatu.com/aktualitas...a-dikebut.html
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links