View Single Post
Old 21st January 2016, 07:53 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Dirut KCIC: Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berprinsip Ramah Lingkungan

Bandung Barat- Direktur Utama PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi menegaskan, pelaksanaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mengantongi perizinan yang mengutamakan prinsip ramah lingkungan.

"Pada awal 2019 diharapkan kereta api cepat ini akan beroperasi cepat, aman dan nyaman. Pekerja domestik juga akan diutamakan dalam proyek ini," kata dia di sela peresmian groundbreaking proyek kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung kerja sama Indonesia dan Tiongkok oleh Presiden Joko Widodo di kebun teh Mandalawangi Maswati, Cikalong Wetan, Bandung Barat, Kamis (21/1).

Hanggoro menjelaskan, pembangunan proyek ini sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah. Sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta ini akan menstimulus pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan yang pada 2016 ditargetkan 5,5 persen.

Hanggoro menambahkan, dipilihnya kebun teh Mandalawangi milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII sebagai lokasi pembangunan awal, karena di area ini akan dibangun Transit Oriented Development (TOD) yang menyatu dengan pembangunan kota baru Walini, di samping akan dilewati rel kereta cepat.

Hanggoro mengatakan, KA cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan investasi US$ 5,573 miliar dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) serta tanpa jaminan pemerintah. "KA cepat Jakarta- Bandung akan menghubungkan empat stasiun yaitu Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar sepanjang 140,9 km. Di setiap stasiun dibangun TOD untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di koridor Jakarta-Bandung," tuturnya.

Proyek KA cepat ini akan menyerap 39.000 tenaga kerja saat konstruksi, 20.000 konstruksi TOD dan pada saat operasional TOD mencapai 28.000 orang. Pada tahap awal, KCIC akan mengadakan 11 set electric multiple unit (EMU), dimana satu set terdiri dari delapan kereta. Setiap kereta mampu mengangkut 583 orang sekali jalan. Dalam situasi puncak, kereta dapat digabungkan menjadi dua set sehingga total penumpang lebih dari 1.000 orang. Dalam sehari, diproyeksikan KA cepat akan beroperasi selama 18 jam.

Pengoperasian KA cepat ini membutuhkan pasokan listrik sekitar 75-100 megawatt (MW). Untuk itu, rencananya KCIC bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dan dalam jangka panjang akan membangun power plant sendiri untuk memastikan tidak ada gangguan pasokan listrik saat kereta beroperasi.

Investasi KA cepat ini dibiayai secara mandiri oleh konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium China Railways dengan skema business to business.















http://www.beritasatu.com/ekonomi/34...ingkungan.html
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links