View Single Post
Old 21st January 2016, 07:56 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Kereta Cepat Jakara-Bandung, Ahok: Era Baru Transportasi Kita

Bandung- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung diyakini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi di dua kawasan tersebut.

"Ya kami sambut baik, otomatis ini mempengaruhi perkembangan ekonomi," kata Ahok di sela-sela groundbreaking Proyek Kereta Cepat Kerja Sama Indonesia-Tiongkok serta pengembangan sentra ekonomi koridor Jakarta-Bandung yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Perkebunan Teh Walini, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/10).

Ia mengatakan jika proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut sukses, akan berlanjut ke wilayah Jakarta-Surabaya. "Tentunya kami mengapresiasi, tapi sebenarnya kita ini terlambat. Namun tentu kita harus menyambut baik dengan hadirnya kereta cepat. Kalau pembangunan ini dilancarkan, tentu akan menjadi era baru transportasi kita," kata dia.

Menurut dia, dengan kehadiran kereta cepat sebagai yang pertama di Indonesia ini akan memudahkan pengiriman logistik. "Jadi selain untuk masyarakat. Proyek ini akan menjadi kemudahan logistik juga," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan dengan dimulainya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung juga akan memicu daerah lain untuk membangun moda transportasi yang efektif dan efisien.

KA cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan investasi US$ 5,573 miliar dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) serta tanpa jaminan pemerintah. KA cepat akan menghubungkan empat stasiun yaitu Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar sepanjang 140,9 km.

Proyek KA cepat ini akan menyerap 39.000 tenaga kerja saat konstruksi, 20.000 konstruksi TOD dan pada saat operasional TOD mencapai 28.000 orang. Pada tahap awal, KCIC akan mengadakan 11 set electric multiple unit (EMU), dimana satu set terdiri dari delapan kereta. Setiap kereta mampu mengangkut 583 orang sekali jalan. Dalam situasi puncak, kereta dapat digabungkan menjadi dua set sehingga total penumpang lebih dari 1.000 orang. Dalam sehari, diproyeksikan KA cepat akan beroperasi selama 18 jam.

Pengoperasian KA cepat ini membutuhkan pasokan listrik sekitar 75-100 megawatt (MW). Untuk itu, rencananya KCIC bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dan dalam jangka panjang akan membangun power plant sendiri untuk memastikan tidak ada gangguan pasokan listrik saat kereta beroperasi.

Investasi KA cepat ini dibiayai secara mandiri oleh konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium China Railways dengan skema business to business.















http://www.beritasatu.com/ekonomi/34...tasi-kita.html
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links