View Single Post
Old 21st January 2016, 07:57 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 16 Feb 2015
Userid: 3276
Posts: 1,017
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dorong Perekonomian Daerah

Jakarta- Guru Besar Ekonomi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali mengapresiasi langkah pelaksanaan kereta api cepat. Selain penyerapan tenaga kerja pada konstruksi kereta plus pembangunan kawasan terpadu yang mencapai 59 ribu orang dan pada operasionalnya nanti bakal menyerap 28 ribu orang tenaga kerja, proyek ini akan menguntungkan bagi pengembangan daerah yang disinggahinya. Sedangkan pendapatan pajak dari konstruksi kereta beserta pembangunan kawasan terpadu mencapai US$ 451 juta dan saat beroperasi nanti, kawasan terpadu bakal menyumbang pajak sebesar Rp 7 triliun.

Paling mudah, jelas dia, bisnis-bisnis turunan akan datang dari area seputar stasiun-stasiun kereta cepat tersebut. Ini mirip dengan konsep inti plasma, dengan stasiun menjadi intinya.

Adapun delapan stasiun yang menjadi jalur lintasan kereta cepat tersebut, yakni Gambir, Manggarai, dan Halim yang berada di Provinsi DKI Jakarta. Lalu, lima stasiun lainnya, yakni Cikarang, Karawang, Walini, Kopo dan Gedebage berada di Provinsi Jawa Barat, semuanya diyakininya akan banyak menciptakan peluang. Mitra dan permodalan, bahkan capital gain yang besar bagi negeri ini akan berdatangan.

"Bandung terkenal dengan industri kreatif. Bandung punya kreatifitas yang tinggi, didukung masyarakatnya yang sangat kreatif. Jadi, proyek kereta api cepat ini sangat tepat. Bukan hanya bagi Bandung, tapi juga daerah lain yang disinggahinya," ujarnya di Jakarta, Kamis (21/1). Presiden Jokowi hari ini melakukan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) tanda dimulainya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Untuk Cikarang dan Karawang, jelasnya, itu dapat menjadi semacam Industrial Business Hub. Banyak proyek bisa dibangun di sana. Misalnya, area untuk perwakilan dari perusahaan-perusahaan multinasional, sehingga mereka tak perlu berjejal-jejal berkantor di Jakarta yang mahal tarif sewanya dan bikin macet. Alhasil, untuk menopang semua kegiatan tersebut juga dibutuhkan banyak fasilitas, seperti hotel, apartemen, rumah sakit, kampus, sekolah, perkantoran, retail business, transportasi, serta area dan fasilitas publik lainnya, seperti rumah sakit, sekolah dan sebagainya.

Menurut Rhenald, investasi untuk membangun industri penunjang maupun berbagai fasilitas bakal mendatangkan investasi baru triliunan rupiah. Ini sekaligus akan menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Jadi, akan banyak uang berputar di seputar kawasan tersebut dan ini baik untuk menggerakkan perekonomian yang pertumbuhannya terancam melambat. Jangan lupa industri perumahan dan pembangunan kawasan ini menyerap komponen lokal di atas 80 persen.

"Jika kawasan tersebut dan segenap fasilitasnya selesai dibangun, saya optimis, akan lebih banyak lagi uang yang berputar. Misalnya, uang yang berasal dari penjualan dan sewa ruang kantor, dari sewa kamar-kamar hotel dan apartemen, dan dari bisnis retail. Taksiran kasar saya, nilainya sekurang-kurangnya bisa Rp 18,5 triliun. Belum lagi rusun untuk buruh dan kalangan rakyat jelata yang memang menjadi kewajiban pemerintah," katanya.

Sementara untuk Walini dan Gedebage, luas dua kawasan ini tidak main-main. Walini (milik PTP VIII) mencapai 1.270 hektar dan siap dikembangkan hingga 2.995 hektar. Gedebage mencapai 430 hektar. Dua kawasan tersebut juga sudah menyiapkan konsepnya. Walini akan menjadi kota baru dengan jantungnya adalah pusat riset kesehatan dan obat-obatan, serta teknologi pertanian dan bioteknologi.

Konsep Gedebage menjadikan Gedebage sebagai pusat produksi dan pengembangan untuk industri kreatif dan ICT.

Chairman Infrastructure Partnership Knowledge Center (IPKC) Harun al-Rasyid Lubis, menambahkan kehadiran kereta cepat atau kereta dengan kecepatan di atas 200 kilometer/jam bisa dibilang sebagai lompatan peradaban. Moda transportasi ini sudah dikembangkan di banyak negara mulai dari Eropa bahkan di Asia seperti China dan Jepang.
“Bahkan sudah masuk dalam daftar nomor satu [proyek infrastrutur transportasi]. Jadi, pengembangan kereta cepat di Indonesia bukan suatu yang baru dan kita sudah punya referensi di banyak negara,” ungkapnya.

Menurut dia, kehadiran kereta cepat ini secara umum akan memberi manfaat dari sisi ekonomi dan lingkungan. Kereta cepat diyakini lebih ramah lingkungan. “Kami bersyukur pemerintah sekarang sudah mulai mengembangkannya. Ini merupakan sebuah grand design yang bisa membawa manfaat bagi perekonomian Indonesia. Sekarang tinggal bagaimana kita mengimplementasikannya,” kata Harun.















http://www.beritasatu.com/ekonomi/34...an-daerah.html
partisusanti is offline   Reply With Quote
Sponsored Links