View Single Post
Old 15th August 2012, 02:08 PM   #38
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Rupiah ditutup stagnan
Ekonomi & Bisnis


http://www.waspada.co.id/index.php?o...snis&Itemid=95



Quote:
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (14/8) ditutup stagnan di posisi 9.480/9.485.

Posisi ini tidak jauh berbeda dengan perdagangan pada Selasa pagi diposisi Rp9.475. Dibanding, perdagangan pada, Senin kemarin, masih melemah sebesar 10 poin. Senin kemarin, rupiah ditutup Rp9.465 per dolar AS.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, rupiah sempat mencapai level terlemahnya 9.510 setelah pasar khawatir terhadap memburuknya beberapa ekonomi terbesar di zona euro. Tapi, data yang dirilis ternyata tidak terlalu buruk seperti yang diperkirakan.

Bahkan, data pertumbuhan beberapa negara di Erpoa bisa memberikan harapan krisis zona euro mereda. Apalagi, jika ECB bulan depan mau mengintervensi pasar obligasi kawasan itu tentunya dapat membantu pemulihan ekonomi zona euro lebih lanjut. "Sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 9.510 setelah mencapai level terkuatnya 9.472 dari posisi pembukaan 9.490 per dolar AS,” katanya, hari ini.

Hari ini, lanjut Firman, telah dirilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Jerman, Perancis, dan Belanda yang cukup menggembirakan. "Jerman ekonomi terbesar di zona euro, perancis kedua, dan Belanda kelima," ujarnya.

PDB Jerman pada kuartal II-2012 dirilis 0,3% dari prediksi 0,2% dan sebelumnya 0,5%. "Artinya meski melambat tapi lebih baik dibandingkan prediksi meskipun lebih buruk dibandingkan angka sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, lanjut Firman, pertumbuhan ekonomi Perancis dirilis 0,0% dari prediksi -0,1% dan angka sebelumnya 0,0%. Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi Belanda yang dirilis 0,2%, dari prediksi 0,3% dan sebelumnya 0,2%.

Hanya saja, pada sesi sore, pertumbuhan zona euro secara keseluruhan dirilis kontraksi -0,2% dari prediksi -0,2% dan sebelumnya 0,0%. "Tapi, angka ini masih sesuai prediksi sehingga imbasnya tidak terlalu negatif," ucap dia.

Alhasil, dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS turun ke 82,277 dari sebelumnya 82,435. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,2368 dari sebelumnya US$1,2331 per euro," imbuh Firman.
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote