View Single Post
Old 6th June 2016, 01:14 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 21 Nov 2015
Userid: 4560
Posts: 289
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Default Ancelotti: Pirlo Tidak Cocok dengan Gaya Menekan Italia

Carlo Ancelotti memberikan komentar soal ketidakikutsertaan Pirlo di ajang Euro 2016.
Quote:
Ancelotti: Pirlo Tidak Cocok dengan Gaya Menekan Italia

Munich, SunduL – Manajer baru Bayern Munchen dan legendaris Italia Carlo Ancelotti mengatakan bahwa Andrea Pirlo telah dikeluarkan dari timnas Italia untuk Euro 2016 karena pelatih Antonio Conte ingin bermain dengan intensitas tinggi di lini tengah.

Pirlo, yang telah berusia 37 tahun, telah bermain untuk timnas Italia untuk Euro 2004, 2008 dan 2012 tapi tidak diikutkan dalam daftar 23 nama pemain untuk kompetisi eropa musim panas ini.

Conte mengatakan dirinya tidak senang untuk mencoret sang gelandang, yang meninggalkan Serie A tahun lalu untuk bergabung New York City FC di MLS, tapi Ancelotti dapat melihat alasannya.

“Menurut saya adalah bahwa Conte ingin bermain dengan intensitas tinggi dimana itulah alasan dia tidak memilh Andrea Pirlo,” kata Ancelotti pada media.

“Tentu saja, saya suka Pirlo sebagai pemain. Ya Tuhan, dia talenta yang luar biasa. Bermain untuk New York City di Major League Soccer yang berarti dia telah bertumbuh dalam berbagai ritme permainan.

“Dia sekarang berusia 37 tahun dan jika manajernya ingin memainkan permainan menekan maka Pirlo bukan pilihan yang tepat. Meski begitu, kemampuan Pirlo mengumpan tidak kalah dari pemain lainnya, yang telah menghabiskan seluruh hidupnya dengan permainan seperti itu.”

Carlo Ancelotti juga menyuarakan pendapatnya bahwa tim yang mengandalkan serangan balik bakal memenangkan Euro 2016 dan menyoroti Leicester City dan Atletico Madrid sebagai contoh tim-tim yang meraih kesuksesan tanpa memainkan penguasaan bola.

“Ketika saya melihat kembali liga-liga dalam beberapa musim terakhir di negara-negara besar di Eropa, dan kemudian jelang turnamen di Perancis selama enam bulan ke depan, saya yakin Euro 2016 akan menjadi turnamen yang cocok dengan gaya bermain seperti itu. Ini akan menjadi turnamen yang penuh dengan serangan balik,” tambah Ancelotti.

“Lihat saja bagaimana Leicester memenangkan Liga Inggris musim ini dengan gaya bermain serangan balik melawan tim-tim dengan kecepatan dan agresitivitas tinggi. Hal yang sama pada Atletico Madrid, yang meraih final Liga Champions, yang memiliki pendekatan yang mengijinkan tim-tim lawan memiliki bola dan kemudian menyerang mereka dengan cepat ketika penguasaan bola mereka dapatkan.

“Ini adalah sebuah kenyataan yang sederhana bahwa jika anda menginginkan sebuah tim untuk bermain dari belakang, untuk membangun permainan dengan sabar, kemudian membutuhkan waktu di pelatihan untuk mengembangkan, seperti Spanyol, anda memiliki para pemain yang telah melakukan itu sepanjang hidup mereka. Sebuah pendekatan yang lebih simpel adalah membangun tim anda untuk memainkan gaya sepakbola dengan serangan balik.”

Bisakah Italia tampil bersinar tanpa Pirlo?
sundulmen is offline   Reply With Quote
Sponsored Links