View Single Post
Old 24th August 2016, 01:37 PM   #1
Warga Forumku
 
Join Date: 23 Jul 2016
Userid: 5255
Posts: 6
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Default Meninggal mendadak setelah olahraga

Beberapa kali kita pernah mendengar banyak kasus seseorang meninggal karena habis melakukan olahraga, Padahal anggapan umum para atlet adalah orang yang sehat. Lantas kenapa mereka bisa meninggal Secara mendadak? dan apa penyebabnya ?
Salah satu yang menyebabkan kematian mendadak pada atlet adalah berhentinya kerja jantung secara tiba tiba, dan biasanya kejadian itu di picu karena melakukan olahraga yang intensitas tinggi dan di dalakukan dalam waktu lama.
Dokter jeremy chow selaku konsultan jantung dan elektrofisikologis menjelaskan ada beberapa faktor risiko yang yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kematian jantung mendadak atau sudden cardiac death (scd) Berikut di antaranya
1. Kelainan jantung kongenital
Kelainan ini merupakan kondisi cacat pada jantung atau yang dikenal juga sebagai kelainan bawaan semasa lahir, kondisi ini sudah ada pada sejak seorang individu di lahirkan. Umumnya seseorang yang mengalami kelainan jantung kongenital tidak hidup lama , kecuali dapat tindakan operatifpada jantungnya.
2. Kelainan otot jantung
Kondisi ini bisa berupa hipertropi (pembesaran) otot jantung yang berakibat dari gagalnya jantung untuk berfungsi secara normal. Chow mengatakan, 80 persen SCD disebabkan oleh kondisi ini.

"Ini merupakan faktor genetik sehingga tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya," ujar dokter dari Asian Heart & Vascular Centre, Gleneagles Medical Centre, Singapura, dalam sebuah wawancara Selasa (29/4/2014) di Jakarta.
3. Aritmia
Aritmia dikenal juga sebagai gangguan irama jantung. Kondisi ini disebabkan oleh permasalahan kelistrikan jantung. Saat terjadinya aritmia, detak jantung bisa terjadi sangat lambat bahkan berhenti. Inilah yang menyebabkan kematian.

4. Abnormalitas arteri jantung
Gangguan ini berupa adanya penyumbatan pada arteri ke jantung sehingga mengakibatkan fungsi jantung yang terganggu. Abnormalitas arteri juga bisa berarti kelainan pada letak maupun cabang dari arteri.

5. Infeksi atau inflamasi
Virus atau bakteri bisa menginfeksi organ-organ dalam tubuh manusia, termasuk jantung. Infeksi menyebabkan inflamasi atau peradangan di jantung yang memicunya tidak berfungsi dengan baik.

"Dengan memiliki salah satu faktor di atas, seseorang memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami SCD. Bahkan, di usia muda, di bawah 40 tahun, mereka bisa mengalaminya, terutama saat melakukan olahraga dengan intensitas tinggi dalam waktu panjang," ujar Chow.

Tak bergejala

Chow menegaskan, SCD berbeda dengan serangan jantung meskipun sama-sama menyebabkan jantung gagal berfungsi dan berujung pada kematian. SCD, kata dia, umumnya tidak bergejala, tidak seperti serangan jantung.

"Biasanya, saat mengalami serangan jantung, ada rasa nyeri di dada yang menjalar dan orang bisa bertahan beberapa waktu. Namun, pada SCD, kematian bisa langsung terjadi saat itu juga dan sayangnya tidak ada gejala," ujarnya.

Serangan jantung kebanyakan disebabkan oleh penyakit jantung yang berlangsung kronik dalam waktu lama. Misalnya, penumpukan plak di pembuluh darah yang mempersempit pembuluh darah bisa menyebabkan serangan jantung jika sudah tersumbat. Ini berbeda dengan SCD, yang kebanyakan faktor pemicunya merupakan bawaan atau faktor genetik.

Untuk itu jagalah kesehatan anda, tentunya anda tidak ingin mengalami nasib seperti atlet yang meninggal mendadak,bukan?
indrangr23 is offline   Reply With Quote
Sponsored Links