View Single Post
Old 3rd October 2016, 03:40 PM   #1
Ketua RT
 
Join Date: 3 Oct 2016
Userid: 5572
Posts: 156
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Zastava M48 "Indonesian Police Carbine" , Senjata POLRI yang terlupakan.

---- source: http://www.hobbymiliter.com/4207/zas...ng-terlupakan/ ------- Hobbymiliter, pada beberapa hari terakhir ini, media kita diguncangkan dengan kasus Dimas Kanjeng alias Taat Pribadi yang mengaku sanggup menggandakan uang para santri dan anggota padepokannya.
Tentu saja, web ini bernama Hobbymiliter, dan tentu kita tidak akan membahas mengenai penggandaan uang, karena nggak ada hubungannya sama sekali dengan dunia militer (kecuali beberapa “nasabah” sang dukun adalah perwira TNI). Hanya saja, sebuah foto yang beredar di media menjadi sebuah bahan diskusi di forum sosial media Facebook.
Tampak Tersangka Pembunuhan Dimas Kanjeng dikawal dua anggota POLRI membawa senapan jenis “Mauser”Tampak pada gambar diatas, Dimas Kanjeng dikawal oleh dua orang anggota POLRI yang membawa sepucuk senapan bolt action kuno, yang sekilas tampak seperti senapan legendaris Jerman, Karabiner 98K. Sebuah senapan yang menjadi sinonim dengan ketangguhan Wehrmacht dan Waffen SS sejak pertempuran pertama mereka di Polandia hingga kejatuhan Berlin 6 tahun kemudian. Namun apakah benar senjata itu Karabiner 98k?
Sekilas, senjata itu memang memiliki ciri khas senapan jenis Mauser. Hanya, saja, ada satu hal yang tidak lazim terlihat, yaitu panjang senapan itu sangatlah pendek, tidak sepanjang KAR98K yang berukuran 1110 mm. Perhatikanlah gambar dibawah ini yang membandingkan serdadu Wehrmacht di PD 2 dengan kadet Taruna Akpol yang membawa senapan ini, tampak bahwa perbedaan panjang senjata tersebut signifikan.
Perbandingan senapan Mauser POLRI dengan KAR98K JermanSelain itu, dari penampakan popor senjata memang berbeda dengan Mauser KAR98K yang lebih “ramai” dan banyak aksesorisnya. Penulis sendiri sempat menduga bahwa ini adalah senapan Mauser yang di “refurbished” oleh Pindad. Ada juga perkiraan bahwa ini adalah senapan jenis Vz. 33-40 produksi Czechkoslovakia yang merupakan tiruan KAR98K dan memiliki panjang laras lebih pendek daripada KAR98K.
Setelah melakukan diskusi dan pencarian di dunia maya, setitik cahaya terlihat mengenai “bedil misterius” POLRI ini. Dalam sebuah forum diskusi senapan antik, tampak ada diskusi mengenai Zastava M48, yaitu Mauser KAR98K produksi negara Yugoslavia pasca PD 2. Dalam diskusi itu, seorang anggota forum menanyakan sebuah senapan M48 miliknya yang lebih pendek daripada M48 normal. Ternyata, Yugoslavia pernah memproduksi M48 varian pesanan POLRI berbasis karaben M48/63, dengan panjang laras khusus. ¬*Berikut adalah gambar-gambar dari forum diskusi tersebut yang memberikan pencerahan akan senjata ini.
Perbandingan senapan M48A dengan senapan M48 varian PolriPerbandingan Laras dan bagian depan M48A dengan senapan M48 varian POLRIEntah apa designasi karaben ini, dunia kolektor senjata api sendiri mengenalnya sebagai “M48 Indonesian Police Carbine”, dan ada yang memasukkan dalam family M48/63. Setahu penulis sendiri, Polisi menyebutnya sebagai Mauser. Untuk kaliber peluru sendiri, senjata ini menggunakan kaliber yang sama dengan KAR98K, yaitu 7,92×57 mm Mauser. Yugoslavia sendiri termasuk pengguna setia 7,92×57 mm Mauser, hingga saat perang saudara dan runtuhnya negara tersebut. Tercatat senapan DMR M76 (Varian dari AK-47) dan senapan mesin M84 (Tiruan PKM) menggunakan peluru kaliber ini.
Memang, pada masa tahun 50-60an, dimana negara kita mengalami banyak pemberontakan ditambah konfrontasi Trikora dan Dwikora, tercatat ada banyak pembelian senjata api dari aneka negara di dunia. Dan ketika itu, POLRI membeli senapan berbasis M48 produksi Yugoslavia untuk mempersenjatai Polisi reguler, suatu pilihan unik, mengingat Resimen Pelopor sendiri ketika itu sudah memiliki senjata modern jenis AR-15, AK-47, SKS, Vz.59 dan RPD, juga surplus senjata Perang Dunia modern¬*murah meriah seperti Lee Enfield, M1 Carbine dan sejenisnya banyak terdapat di pasaran. Pindad sendiri ketika itu juga sudah memodifikasi senapan karabijn M95 Mannlicher ke peluru .303 untuk keperluan sukarelawan Dwikora. Entah apa yang menjadi dasar pemilihan membeli senapan Zastava M48 “baru tetapi desain lama” di tengah pesatnya pengembangan senapan infanteri ketika itu.
Cabhatar POLRI berlatih menggunakan Senapan M48/63 varian POLRISungguh hal ironis, ditengah modernisasi polri khususnya densus 88 dan brimob, masih ada senjata senjata tua yang menjadi andalan kepolisian reguler di tingkat polres dan polsek. Semoga kedepannya senjata senjata ini bisa beristirahat tenang di Museum, atau menjalani tugas mendidik calon abdi negara di akademi kepolisian.
hobbymiliter is offline   Reply With Quote
Sponsored Links